PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawaspos.com – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Yohanes Freddy Ering meminta alokasi anggaran penanggulangan bencana menjadi prioritas dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.
Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin meluas serta asap yang makin pekat menunjukkan perlunya penguatan penanganan dengan dukungan anggaran yang memadai.
“Kalau lihat data BNPB, dari 1.487 titik api di Kalimantan, 767 itu ada di Kalimantan Tengah. Ini tentu sangat berbahaya dan perlu upaya serius, mitigasi bencana yang terencana, sistematis, dan terpadu,” katanya, Minggu (23/8/2026).
Baca Juga: Ribuan Warga Padati Kuala Kurun, Jalan Sehat Festival Kapakat Berlangsung Meriah
Saat ini DPRD bersama pemerintah daerah tengah membahas APBD Perubahan 2026. Karena itu, pos Belanja Tidak Terduga (BTT) maupun anggaran pada organisasi perangkat daerah terkait perlu mendapat perhatian.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan tersebut berharap alokasi anggaran penanggulangan bencana dalam APBD Perubahan tidak jauh dari pagu anggaran murni sebesar Rp70 miliar.
“Dengan alokasi yang mencukupi, katakanlah memadai, maka persoalan anggaran tidak menjadi kendala dalam upaya pemerintah melakukan penanggulangan bencana,” ucapnya.
Baca Juga: PNS Kotim Kini Bisa Punya Pangkat Lebih Tinggi dari Atasan, Ini Syaratnya
Dia menegaskan, dukungan pemerintah pusat tetap diperlukan, baik berupa sarana maupun pembiayaan penanggulangan bencana. Namun, sebagai daerah dengan titik api yang cukup tinggi, Pemprov Kalteng juga harus serius mengantisipasi Karhutla.
“Memang kita tetap ingin pusat memberi dukungan penuh, namun pemerintah provinsi sebagai penyumbang karhutla terbesar harus serius mengantisipasi bencana ini,” pungkasnya. (sho/fm)
Editor : Farid Mahliyannor