PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Kemarau panjang yang melanda Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong pemerintah bersama masyarakat memperkuat ikhtiar lahir dan batin. Salat Istisqa dan doa bersama digelar di Bundaran Talawang, Palangka Raya, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng yang beragama Islam, TNI/Polri, aparatur sipil negara (ASN), organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, serta masyarakat.
Salat Istisqa menjadi momentum untuk memohon turunnya hujan sekaligus mengajak masyarakat melakukan muhasabah, bertaubat, dan memohon ampunan kepada Allah SWT atas berbagai kekhilafan dan dosa.
Baca Juga: Prabowo Kerahkan 1.500 Prajurit dan 17 Helikopter ke Kalteng
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, musim kemarau yang berlangsung cukup panjang telah menimbulkan berbagai persoalan. Kekeringan dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman yang harus dihadapi bersama.
“Kemarau ini telah memicu terjadinya kekeringan serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan yang mengancam kesehatan, lingkungan, serta roda perekonomian masyarakat kita,” ujar Agustiar.
Menurutnya, Pemprov Kalteng bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI/Polri, relawan, dan berbagai elemen masyarakat telah melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kemarau.
Baca Juga: Sebagian Wilayah Kotim Diguyur Hujan, Warga Harap Karhutla Mereda
Upaya tersebut di antaranya menyiagakan personel, melakukan pemadaman titik api melalui jalur darat dan udara, hingga melaksanakan operasi modifikasi cuaca.
“Pemerintah telah menyiagakan personel, memadamkan titik-titik api melalui darat dan udara, serta melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” jelasnya.
Namun, berbagai upaya tersebut perlu dibarengi dengan ikhtiar batin. Salat Istisqa dan doa bersama menjadi bentuk kepasrahan sekaligus permohonan pertolongan kepada Allah SWT.
Baca Juga: Orangutan Muncul Saat Karhutla Melanda Bapanggang, BKSDA Pastikan Lokasinya Berbeda
“Sebagai makhluk yang lemah di hadapan Sang Pencipta, segala ikhtiar fisik tersebut harus kita sempurnakan dengan ikhtiar batiniah, yaitu berserah diri dan memohon pertolongan Allah SWT,” ungkapnya.
Agustiar juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi musim kemarau. Kewaspadaan terhadap potensi karhutla harus terus ditingkatkan.
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Penggunaan air bersih juga diimbau dilakukan secara bijak dan efisien mengingat kondisi kekeringan yang terjadi.
Baca Juga: Embat MX-King Saat Diparkir di Halaman Rumah, 2 Pria di Palangka Raya Dibekuk Polisi
Selain itu, masyarakat diminta menjaga kesehatan, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat asap karhutla. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi dan masyarakat dapat menggunakan masker sebagai perlindungan.
Gubernur turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan dampak kemarau, mulai dari Pemprov Kalteng, Forkopimda, TNI/Polri, ulama, tokoh agama, masyarakat adat, relawan, hingga masyarakat luas.
“Semoga kebersamaan dan ketulusan doa yang kita panjatkan hari ini diijabah oleh Allah SWT, dan Kalimantan Tengah segera mendapatkan hujan yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor