NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – PT Pilar Wanapersada menunjukkan komitmennya dalam membantu Pemerintah menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan terlibat aktif memadamkan api di luar wilayah Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.
Kebakaran terjadi di areal Bukit Pendulangan, Desa Suja, Jumat (21/8) dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 16 hektare. Lokasi kebakaran berada sekitar 2-kilometer dari area HGU PT Pilar Wanapersada.
Plantation Head PT Pilar Wanapersada Jonner Silaen melalui CSR Head PT Pilar Wanapersada, Sigit Rudiharyono, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam pemadaman merupakan bentuk komitmen untuk ikut serta menjaga lingkungan, termasuk ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan di luar area operasional perusahaan.
“Perusahaan berkomitmen untuk terlibat aktif dalam penanganan karhutla sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah dan juga kepedulian serta tanggung jawab dalam menjaga lingkungan.
Karena itu, ketika terjadi kebakaran di sekitar wilayah perusahaan, kami berupaya memberikan dukungan ini secara maksimal,” ujar Sigit.
Dalam penanganan karhutla tersebut, koordinasi dengan Muspida dan BPBD setempat telah dilakukan oleh pimpinan perusahaan.
Seluruh jajaran pimpinan Perusahaan juga turut hadir dan memantau langsung proses pemadaman yang berlangsung.
PT Pilar Wanapersada mengerahkan kekuatan penuh, baik personel maupun sarana dan prasarana untuk mempercepat pengendalian api.
Sedikitnya tiga tim pemadam kebakaran dengan total sekitar 60 personel diterjunkan ke lokasi.
Selain itu, perusahaan mengerahkan satu unit backhoe loader, empat unit water tank, delapan unit kendaraan double cabin, satu unit ambulans, 20-unit sepeda motor, serta 15-unit pompa jinjing.
Untuk mendukung pemantauan dan koordinasi di lapangan, perusahaan juga menyiagakan satu unit drone dan 12 unit handy talky (HT).
Seluruh peralatan tersebut digunakan untuk memperluas jangkauan pemadaman sekaligus memastikan pergerakan api dapat dipantau secara cepat.
Sigit menegaskan, upaya pemadaman dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dalam mengendalikan api agar tidak meluas ke area lainnya.
“Kami mengerahkan sarana dan personel yang ada secara maksimal. Harapannya, api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Dari hasil pemantauan di lapangan, dugaan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh instansi yang berwenang.
Sementara itu proses pengendalian kebakaran di lapangan cukup terkendala sulitnya medan yang harus ditempuh karena hutan dan lahan yang terbakar berada di area perbukitan yang terjal. (mex)
Editor : Slamet Harmoko