PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, menegaskan pemadaman listrik bergilir yang sampai saat ini masih dilakukan oleh pihak PLN tidak semestinya terjadi.
Ia menyebutkan, pemadaman bergilir ini tidak sebanding dengan posisi Kalteng sebagai salah satu daerah penghasil energi listrik dengan kapasitas pembangkit yang disebut melebihi kebutuhan daerah.
"Kalau kita sebagai pemasok energi listrik tetapi masih terjadi pemadaman, maka ini sangat merugikan karena seharusnya kita tidak ikut menanggung dampak gangguan pasokan listrik dari wilayah lain," katanya, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga: Bunda PAUD Kotim Cek Dapur SPPG, Proses Makanan Anak Diawasi dari Awal hingga Distribusi
Dikatakannya, bahwa Kalteng sebetulnya berada dalam posisi surplus daya karena pembangkit besar di provinsi ini memiliki kapasitas produksi lebih dari 600 megawatt, sedangkan kebutuhan beban puncak seluruh wilayah sekitar 190 megawatt.
Karena itu, apabila terdapat kekurangan pasokan di wilayah lain yang menerima suplai dari Kalteng, penyelesaiannya diharapkan tidak dilakukan dengan membebankan pemadaman kepada masyarakat setempat.
"Kalau memang ada kekurangan pasokan di wilayah lain, jangan kita yang kena dampaknya. Kontribusi Kalteng sebagai daerah penghasil energi juga harus menjadi pertimbangan," ucapnya.
Baca Juga: Mandi Safar di Kotim Jadi Momentum Jaga Tradisi dan Pererat Silaturahmi
Politikus Partai Demokrat ini berharap PLN segera mengambil langkah untuk memulihkan keandalan pasokan listrik dengan memerhatikan posisi Kalteng dan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.
"Kepastian pasokan ini penting agar kegiatan ekonomi tidak terus terganggu dan masyarakat Kalteng dapat menikmati layanan kelistrikan yang layak," pungkasnya. (sho/fm)
Editor : Farid Mahliyannor