PALANGKA RAYA – Muhammad Kasfi Rosadi, 14, diduga tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan, kawasan Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Minggu (9/8) sekitar pukul 10.40 WIB, masih belum ditemukan. Bocah asal Kampung Baru itu diduga terseret arus saat bermain di tepian sungai bersama tiga temannya.
Kasfi diketahui merupakan warga RT 1, RW 5, Kelurahan Pahandut. Saat kejadian, korban bersama tiga temannya datang ke kawasan Pelabuhan Rambang untuk bermain tanpa sepengetahuan orang tua.
Informasi yang dihimpun pihak kelurahan, keempat anak tersebut bermain di sekitar sungai, tepatnya di kawasan tanah miring di tepian DAS Kahayan.
Kasfi diduga tidak bisa berenang hingga akhirnya terseret arus.Salah seorang teman korban sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun, karena khawatir ikut terseret arus, upaya tersebut akhirnya dilepaskan. Teman-teman korban kemudian meminta pertolongan kepada orang dewasa di sekitar lokasi.
Lurah Pahandut Ahmad Reza mengatakan, pihaknya langsung melakukan pencarian setelah menerima informasi kejadian tersebut.“Saya selaku Lurah Pahandut merasa prihatin dan turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Tentunya kami juga sudah berupaya untuk mencari korban. Mudah-mudahan secepatnya korban segera ditemukan,” ujarnya.
Ahmad menuturkan, sebelum kejadian, pihak kelurahan bersama Kecamatan Pahandut dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) baru saja melaksanakan kegiatan gotong royong di kawasan Pelabuhan Rambang, hingga sekitar pukul 10.00 WIB.
“Ada sekitar empat orang anak yang bermain di wilayah sungai. Mereka mungkin sedang bercanda dan bermain bersama. Ternyata korban ini memang tidak bisa berenang. Akhirnya mungkin dia terseret arus. Ada salah satu temannya yang ingin membantu, tetapi karena khawatir akhirnya dilepas,” paparnya.
Baca Juga: Inilah Kronologi Remaja Tenggelam di Sungai Kahayan Palangka Raya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Ahmad juga mengatakan, sekitar satu setengah bulan lalu, Wali Kota Palangka Raya telah menerbitkan surat edaran berisi larangan dan peringatan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak bermain di lokasi sungai yang berisiko.Surat edaran tersebut telah disampaikan kepada seluruh RT dan RW di wilayah bantaran sungai.
Pasca kejadian, Kelurahan Pahandut berencana mempertegas peringatan keselamatan dengan memasang papan larangan di sejumlah titik rawan. Salah satunya kawasan gosong yang muncul di tengah atau tepian sungai saat musim kemarau.
Sementara itu, pencarian korban melibatkan tim SAR gabungan. Delapan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya diterjunkan bersama personel Polairud Polda Kalteng, Sabhara Polda Kalteng, Polsek Pahandut, BPBD Provinsi Kalteng, Dinas Perhubungan Palangka Raya, Relawan Peduli Sungai Pahandut, Relawan Putra Pahandut, keluarga, serta warga sekitar.
Hingga Minggu (9/8) petang, Muhammad Kasfi Rosadi masih dinyatakan dalam pencarian. Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada hari kedua dengan menyisir area Sungai Kahayan di sekitar lokasi kejadian. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama