Kapolda Kalteng: Penanganan Karhutla Diprioritaskan di Titik Paling Mendesak

M. Akbar • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 16:20 WIB
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Bupati Kotim Halikinnor meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kotim, Selasa (4/8).  (Istimewa)
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Bupati Kotim Halikinnor meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kotim, Selasa (4/8). (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan difokuskan pada titik-titik yang paling mendesak.

Langkah tersebut dilakukan mengingat keterbatasan personel dan sarana pemadaman dibandingkan dengan luasnya wilayah terdampak kebakaran.

Pernyataan itu disampaikan Kapolda usai melakukan patroli udara dan meninjau langsung penanganan karhutla di wilayah Sampit, Selasa (4/8). Dari hasil pemantauan udara, pihaknya mengidentifikasi puluhan titik panas yang tersebar di sejumlah lokasi.

"Hari ini saya melaksanakan patroli udara untuk melihat secara langsung titik-titik hotspot dan lokasi kebakaran hutan dan lahan. Dari data yang kami peroleh, terdapat sekitar 61 titik hotspot, sedangkan titik kebakaran yang aktif ada lima lokasi," ujarnya.

Menurut Irjen Pol Iwan, hasil pemantauan tersebut langsung dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Kotim, Polres Kotim, BPBD, dan unsur Satuan Tugas (Satgas) Karhutla guna menentukan strategi penanganan yang paling efektif.

"Kami membahas metode pemadaman yang akan diterapkan. Karena keterbatasan sarana dan prasarana dibandingkan jumlah titik kebakaran, penanganan harus dilakukan berdasarkan skala prioritas," tambahnya.

Ia menambahkan, seluruh potensi yang dimiliki pemerintah dan unsur terkait akan dikerahkan untuk mempercepat penanganan karhutla. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kotim juga telah mengajukan bantuan operasi water bombing kepada BPBD Provinsi Kalimantan Tengah.

"Pak Bupati juga sudah meminta bantuan water bombing melalui BPBD Provinsi untuk membantu proses pemadaman dari udara," ucapnya.

Di sisi lain, Kapolda menegaskan setiap kejadian karhutla akan diselidiki untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana, baik yang melibatkan perorangan maupun korporasi.

"Saya sudah perintahkan Kapolres, setiap kejadian karhutla harus dilakukan penyelidikan. Baik melibatkan perorangan, swasta, maupun korporasi, semuanya diperiksa. Kalau ditemukan unsur kesengajaan atau kelalaian, akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.

Hingga saat ini, lanjut Irjen Pol Iwan, penyidik telah menetapkan satu orang sebagai tersangka kasus dugaan pembakaran lahan. Sementara sejumlah kasus lainnya masih dalam tahap penyelidikan.

"Sudah ada satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Kasus-kasus lainnya masih terus kami selidiki," katanya.

Kapolda berharap seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan mengingat puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Kondisi tersebut diperkirakan semakin diperparah oleh pengaruh fenomena El Nino yang berpotensi membuat cuaca lebih kering dan meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

"Saya berharap kebakaran hutan dan lahan ini tidak terus berkembang. Berdasarkan informasi BMKG, puncak musim kemarau masih berlangsung pada Agustus hingga September. Ditambah pengaruh El Nino, kondisi akan semakin kering sehingga seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan," pungkasnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
Karhutla Kalteng kalrhutla kotim Kapolda Kalteng