Kalteng Perkuat Perang Lawan Karhutla, Ratusan Personel dan Helikopter Dikerahkan

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 22:54 WIB

 

PENANGANAN : Pemprov Kalteng terus memperkuat operasi siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan ratusan personel, armada udara, hingga pembangunan sumur bor di kawasan rawan kebakaran. FOTO: IST/RADAR SAMPIT
PENANGANAN : Pemprov Kalteng terus memperkuat operasi siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan ratusan personel, armada udara, hingga pembangunan sumur bor di kawasan rawan kebakaran. FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat operasi siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan ratusan personel, armada udara, serta membangun sumur bor di kawasan rawan kebakaran.

Penanganan saat ini difokuskan di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kelurahan Kameloh Baru, Kota Palangka Raya.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan penanganan karhutla menjadi prioritas, terutama di wilayah Katingan, Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, Seruyan, dan Kotawaringin Barat. Seluruh unsur, mulai dari pemerintah, TNI, Polri hingga masyarakat, diminta bersinergi menghadapi puncak musim kemarau.

Baca Juga: Hari Pertama Status Tanggap Karhutla, Mentawa Baru Ketapang Jadi Episentrum Hotspot Kotim

"Kita akan terus bergerak untuk penanganan karhutla. Apalagi memasuki puncak musim kemarau pada Juli, Agustus hingga September. Makanya kita turun langsung ke lapangan agar asap tidak menyebar ke daerah lain," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Agustiar menyebut pemerintah juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperkuat penanganan. Sebanyak sekitar 450 personel disiagakan dan jumlahnya akan terus ditambah sesuai kebutuhan. Pemerintah juga membangun sumur bor sebagai sumber air di lokasi rawan kebakaran.

Dalam operasi tersebut, Satgas Pengendali Karhutla mengerahkan empat regu Satgas Udara, 15 regu Satgas Darat, serta 22 regu tambahan untuk operasi gabungan. Pemantauan titik panas dilakukan menggunakan drone, sementara pemadaman dari udara didukung helikopter dan pesawat patroli.

Baca Juga: Gubernur Kalteng Kawal Janji PLN Akhiri Pemadaman Bergilir

Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zaenul Arifin menegaskan keberhasilan pengendalian karhutla bergantung pada sinergi seluruh pihak. Menurutnya, posko karhutla harus menjadi pusat kendali yang mampu memantau perkembangan situasi dan mempercepat penanganan di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining mengatakan upaya penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mitigasi.

Dishut membangun tiga sumur bor di kawasan Tumbang Nusa, melakukan normalisasi kanal untuk menjaga kelembapan lahan gambut, serta meningkatkan patroli terpadu, pemantauan hotspot, dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Baca Juga: Astra Agro Terapkan Teknologi dan Inovasi dalam Pengelolaan Sawit Berkelanjutan

Pemprov Kalteng berharap kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, relawan, dan masyarakat mampu mencegah meluasnya karhutla serta menghindarkan daerah dari bencana kabut asap pada musim kemarau tahun ini. (daq/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering kemarau kalteng kabut asap karhutla