SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Memasuki bulan Agustus 2026, suasana penyambutan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mulai terasa di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Terlihat dari bermunculannya penjual bendera Merah Putih dan umbul-umbul di sejumlah ruas jalan. Seperti di Jalan Ahmad Yani Sampit dan Jalan Letjen Sutoyo, Kamis (30/7).
Beragam jenis dan ukuran bendera ditawarkan kepada masyarakat. Mulai dari bendera berukuran kecil hingga ukuran besar, lengkap dengan umbul-umbul dan berbagai pernak-pernik khas peringatan 17 Agustus. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai Rp10.000 hingga Rp200.000 per buah, tergantung ukuran dan jenisnya.
Salah seorang pedagang, Nita, perantau asal Jawa Timur, mengaku telah berjualan bendera di Sampit selama dua pekan. Ia membuka lapak di kawasan Jalan Letjen Sutoyo, Sampit.
Menurutnya, penjualan bendera masih mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai, kondisi ekonomi yang masih lesu, sehingga membuat masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan pokok.
Baca Juga: Jelang 17 Agustus, Pedagang Bendera Merah Putih Mulai Ramai di Sampit
"Alhamdulillah walaupun jualan bendera masih sepi, setiap hari tetap ada saja yang membeli. Memang penghasilannya tidak menentu, tapi kalau sedang ramai bisa dapat sekitar Rp700 ribu sehari bahkan bisa lebih,” ungkap Nita.
Wanita ini mengaku mulai berjualan setiap hari pukul 07.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB tanpa libur. Seperti Kamis (30/7) dirinya mengaku sudah berhasil menjual tujuh bendera dan beberapa umbul-umbul.
Seluruh bendera yang dijual didatangkan langsung dari Jawa. Dari setiap bendera yang terjual, ia memperoleh keuntungan minimal Rp10.000, tergantung jenis dan ukurannya.
Menurutnya, pembeli saat ini masih didominasi masyarakat umum. Sebagian langsung membeli, sementara sebagian lainnya masih melakukan tawar-menawar hingga mencapai kesepakatan harga.
"Di awal jualan memang masih terasa sepi. Tapi beberapa hari terakhir pembeli mulai bertambah. Pagi ini saja sudah terjual tujuh bendera dan beberapa umbul-umbul," pungkas Nita.
Dirinya pun tetap optimistis penjualan bendera akan meningkat menjelang 17 Agustus. Berdasarkan pengalamannya, lonjakan pembeli biasanya mulai terjadi pada pekan pertama bulan Agustus, bisa mencapai 70 hingga 80 persen dibanding hari-hari biasa.(abdy/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama