PULANG PISAU,radarsampit.jawapos.com-Bupati Kabupaten Pulang Pisau Ahmad Rifa'i menyebutkan, kebakaran lahan di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, telah berlangsung sejak 2 Juli dan hingga kini belum sepenuhnya padam.
Tebalnya lapisan gambut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit sehingga petugas terus melakukan pembasahan dan penyekatan untuk menahan perluasan api.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau telah menetapkan Status Siaga Bencana Karhutla melalui Keputusan Bupati Nomor 240 Tahun 2026. “Penanganan dilakukan secara terpadu melibatkan Forkopimda, TNI-Polri, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, hingga relawan,”ungkapnya.
Kondisi tersebut diperparah oleh karakteristik lahan gambut yang tebal di lokasi kejadian, sehingga di tengah situasi musim kemarau yang panas, api menjadi sulit untuk dipadamkan secara total.
Baca Juga: Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Inflasi di Pulang Pisau Mulai Terkendali
“Sebagai langkah mitigasi, upaya yang saat ini dimaksimalkan oleh petugas di lapangan meliputi penyekatan serta pembasahan guna mencegah meluasnya lahan yang terbakar, ungkap Ahmad Rifa’i.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap. Fasilitas kesehatan diminta menyiapkan rumah oksigen, obat-obatan, logistik kesehatan, serta layanan kesehatan bergerak guna mengantisipasi meningkatnya gangguan kesehatan masyarakat akibat kualitas udara yang terus menurun.
“Konkretnya kondisi saat ini pentingnya optimalisasi kesiapan layanan kesehatan, di antaranya melalui persiapan Rumah Oksigen, penyediaan material dan logistik untuk penanganan bencana, pemenuhan kebutuhan obat-obatan dan perbekalan kesehatan, serta kesiapan pelayanan kesehatan mobile guna menjangkau masyarakat di wilayah terdampak,”pungkas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, dr Mikko Uriamapas Ludjen.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama