Hadapi Puncak Kemarau, Gubernur Agustiar Perintahkan Respons Cepat Karhutla

Yusho Ricky Prayoga • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 09:15 WIB
MENINJAU: Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat meninjau posko pemantauan Karhutla di Kabupaten Pulang Pisau. FOTO: MMC KALTENG/RADAR SAMPIT
MENINJAU: Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat meninjau posko pemantauan Karhutla di Kabupaten Pulang Pisau. FOTO: MMC KALTENG/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, meminta Bupati dan Wali Kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) disaat puncak musim kemarau.

Ia meminta kepala daerah dan seluruh unsur yang terlibat untuk memperkuat pemantauan dan memastikan setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum berkembang lebih luas.

"Kesiapan dini ini sangat penting, apalagi kita tahu sendiri sejumlah wilayah di Kalteng ini kawasan lahan gambut yang rentan terbakar ketika kondisi cuaca kering," katanya, kemarin.

Baca Juga: Peringati HAN 2026, Bupati Gumas Kunjungi Anak Berkebutuhan Khusus di SKH Kuala Kurun

Agustiar menekankan supaya penanganan karhutla tidak menunggu kebakaran membesar, tetapi harus dilakukan dengan merespon melalui deteksi dini dan pengerahan personel agar api dapat dikendalikan sedini mungkin.

"Tidak ada toleransi untuk keterlambatan penanganan, karena ini soal keselamatan masyarakat dan kelestarian hutan. Ini tanggung jawab kita bersama," ucapnya.

Terkait hal tersebut, seluruh pihak diharapkan memiliki kesiapan menghadapi kondisi terburuk selama puncak kemarau. Tentunya dengan respons yang cepat dan koordinasi yang solid, potensi kebakaran diharapkan dapat dikendalikan sejak dini.

Baca Juga: Jelang Penghapusan Non-ASN, DPRD Kalteng Desak Prioritaskan GTT Jadi PPPK

Di satu sisi, pemerintah juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahan karhutla. Pastinya kewaspadaan bersama bisa menjadi kunci untuk menjaga wilayah dari ancaman kebakaran, khususnya selama kondisi cuaca kering berlangsung.

"Masyarakat bisa bantu, setidaknya melaporkan titik api. Karhutla ini sudah sering kita hadapi, jadi saya rasa tidak sulit untuk kita sama-sama bekerja sama," pungkasnya. (sho/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering respons cepat gubernur kalteng kemarau karhutla