Rp39,2 Miliar Digelontorkan, Huma Betang Disiapkan Jadi Ikon Kalteng

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 21:15 WIB
IKON KALTENG : Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meresmikan pembangunan Huma Betang melalui pemancangan tiang perdana di kawasan eks Kantor Dinas Kehutanan Kalteng, Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Kamis (23/7/2026). FOTO: DODI/RADAR SAMPIT
IKON KALTENG : Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meresmikan pembangunan Huma Betang melalui pemancangan tiang perdana di kawasan eks Kantor Dinas Kehutanan Kalteng, Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Kamis (23/7/2026). FOTO: DODI/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran resmi memulai pembangunan Huma Betang dengan pemancangan tiang perdana di kawasan eks Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Kamis (23/7/2026). 

Rumah adat terbesar di Kalimantan Tengah itu ditargetkan rampung pada 2027 dan menjadi ikon budaya Dayak.

Pembangunan tahap pertama dibiayai melalui APBD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp39,2 miliar dengan masa pelaksanaan fisik selama 173 hari. Proyek dikerjakan PT Terajana Graha Utama dan diawasi PT Nidisa Estetika.

Baca Juga: Hari Anak Nasional, Gubernur Kalteng Dorong Pendidikan untuk Cetak Generasi Berkualitas

Agustiar mengatakan, Huma Betang bukan sekadar bangunan, melainkan simbol filosofi masyarakat Dayak yang menjunjung tinggi persatuan, gotong royong, kesetaraan, dan toleransi.

"Huma Betang harus menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat, tempat bertemunya budaya, persatuan, dan semangat membangun daerah," ujarnya.

Bangunan tersebut akan berukuran sekitar 80 x 170 meter dengan kapasitas lebih dari 10 ribu orang. Di dalamnya akan tersedia galeri, museum, mess kontingen, serta berbagai fasilitas pendukung sebagai pusat pelestarian budaya Dayak.

Baca Juga: Bupati Gumas Lantik 145 ASN, Minta Pejabat Baru Tingkatkan Kinerja

Sekitar 90 persen material bangunan menggunakan kayu ulin khas Kalimantan yang dikenal kuat dan tahan lama. Huma Betang juga mengusung konsep rumah panggung tradisional Dayak yang dipadukan dengan konstruksi modern agar tetap aman tanpa menghilangkan nilai filosofis dan arsitektur khasnya.

“Kita berharap pembangunan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan akuntabel sehingga Huma Betang dapat menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah sekaligus ikon budaya Indonesia,” harap Agustiar. (daq/fm)

 

 

Editor : Farid Mahliyannor
budaya Dayak ikon Huma Betang kalteng