PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono, menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kemampuan fiskal daerah guna mengoptimalkan pembiayaan pembangunan.
Ia menegaskan, kemampuan fiskal daerah sangat memengaruhi keberlangsungan pelaksanaan berbagai program pembangunan ke depan. Sehingga perlu terobosan dan inovasi dari pemerintah agar keuangan daerah bisa memenuhi kegiatan pembangunan.
"Ada banyak hal yang perlu dievaluasi dan diperbaiki, terutama terkait dengan pengelolaan keuangan, optimalisasi pendapatan, dan perencanaan program pembangunan," katanya, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: OJK Perkuat Literasi Keuangan di Sekolah, Guru Disiapkan Jadi Agen Edukasi
Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, pemerintah perlu memerhatikan perencanaan pembangunan dengan menetapkan prioritas belanja agar setiap program yang akan dijalankan lebih realistis berdasarkan kemampuan keuangan daerah.
Di satu sisi, pemerintah tetap wajib menyusun strategi penguatan fiskal daerah dengan mengoptimalkan berbagai sumber-sumber pendapatan potensial.
Hal ini penting karena tidak hanya bicara peningkatan keuangan, tetapi juga menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan dengan transfer pusat.
Baca Juga: Kejati Kalteng Tetapkan Dua Korporasi Jadi Tersangka Korupsi Zirkon Periode 2020-2025
"Aset-aset kita ini banyak untuk dikelola jadi sumber pendapatan, kemudian dorong juga BUMD supaya mereka ini bisa berkontribusi besar untuk pendapatan. Soal perencaannnya juga diperhatikan, jangan ada kegiatan menumpuk di akhir tahun," ucapnya.
Ia menegaskan skema ini sangat perlu menjadi perhatian ke depan, mengingat pengelolaan keuangan daerah tidak hanya berkaitan dengan penggunaan, tetapi juga dilihat seberapa jauh pemanfaatan dan optimalisasi terhadap kegiatan pembangunan.
"Kami sudah sampaikan masukan-masukan ini ke pemerintah saat pertanggungjawaban APBD 2025 kemarin, tentu kami harapkan di tahun-tahun depan bisa ada perbaikan lagi," pungkasnya. (sho/fm)
Editor : Farid Mahliyannor