Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Awal Pekan, Gelombang Laut di Teluk Sampit dan Kuala Pembuang Meningkat

Usay Nor Rahmad • Minggu, 12 Juli 2026 | 12:22 WIB
Nelayan di Teluk Sampit, pergi melaut. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Nelayan di Teluk Sampit, pergi melaut. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan di perairan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta lebih waspada pada awal pekan depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Teluk Sampit dan Kuala Pembuang akan mengalami peningkatan hingga mencapai 2,5 meter.

Berdasarkan prakiraan cuaca maritim BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar yang berlaku mulai Minggu (12/7/2026) hingga Selasa (14/7/2026), kondisi gelombang pada Minggu masih relatif landai dengan ketinggian berkisar 0,5 hingga 1,25 meter.

Namun, mulai Senin (13/7/2026) hingga Selasa (14/7/2026), tinggi gelombang diprediksi meningkat menjadi 1,25 hingga 2,5 meter.

Di Perairan Kuala Pembuang, peningkatan gelombang diperkirakan terjadi selama dua hari berturut-turut. Cuaca secara umum diprakirakan berawan hingga berawan tebal dengan suhu permukaan laut berkisar 28 sampai 29 derajat Celsius.

Kecepatan angin berada pada kisaran 15 hingga 17 knot dengan hembusan maksimum mencapai 26 knot.

Sementara itu, di Perairan Teluk Sampit, kondisi serupa juga diprediksi terjadi. Pada Minggu, tinggi gelombang masih berada di kisaran 0,5 hingga 1,25 meter.

Memasuki Selasa (14/7), tinggi gelombang berpotensi meningkat hingga 2,5 meter dengan kecepatan angin mencapai 15 hingga 17 knot dan hembusan maksimum sekitar 26 knot.

Meski cuaca didominasi kondisi berawan, BMKG mengingatkan bahwa peningkatan kecepatan angin tetap dapat memicu kenaikan tinggi gelombang.

Karena itu, nelayan tradisional, kapal nelayan, kapal angkut, hingga pengguna jasa transportasi laut diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar.

Peningkatan tinggi gelombang tersebut berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal berukuran kecil yang beroperasi di perairan Teluk Sampit maupun Kuala Pembuang.

BMKG juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir agar terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim dan mengikuti peringatan dini yang dikeluarkan secara berkala.

Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi potensi risiko akibat perubahan kondisi cuaca dan gelombang laut dalam beberapa hari ke depan. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Teluk Sampit #Kuala Pembuang #gelombang laut #nelayan