SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Cuaca cerah yang diprakirakan mendominasi perairan Kalimantan Tengah pada awal pekan bukan berarti kondisi laut aman sepenuhnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan tinggi gelombang di sejumlah perairan masih berpotensi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter selama 6 hingga 8 Juli 2026.
Berdasarkan prakiraan cuaca maritim BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar, potensi gelombang tersebut terjadi di Perairan Teluk Sampit, Kuala Pembuang, Kumai, Kuala Jelai, hingga sebagian Perairan Pangkalan Bun.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian nelayan, operator kapal penyeberangan, maupun pengguna transportasi laut.
Meski cuaca didominasi cerah berawan hingga berawan, angin yang bertiup cukup kencang menjadi salah satu faktor yang memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan.
Kecepatan angin diprakirakan berkisar antara 9 hingga 17 knot, dengan hembusan angin (gust) mencapai 23 sampai 27 knot. Sementara suhu permukaan laut berada di kisaran 29 derajat Celsius, dengan arus laut bergerak antara 0,7 hingga 2,2 knot.
Perairan Teluk Sampit diprakirakan mengalami gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter sepanjang periode prakiraan. Kondisi serupa juga terjadi di Perairan Kuala Pembuang dan Kumai, terutama pada siang hingga malam hari saat angin bertiup lebih kuat.
Di Perairan Kuala Jelai, gelombang juga berpotensi mencapai 2,5 meter dengan kecepatan angin hingga 17 knot dan hembusan angin mencapai 27 knot. Sementara di Perairan Pangkalan Bun, tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 2,5 meter, bergantung pada waktu pengamatan.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca cerah di daratan tidak selalu mencerminkan kondisi aman di laut.
Gelombang tetap dapat meningkat akibat pengaruh angin yang bertiup cukup kuat di wilayah perairan.
Karena itu, nelayan tradisional, kapal penangkap ikan, kapal tongkang, hingga kapal penumpang diminta memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca sebelum berlayar.
Keselamatan pelayaran diharapkan menjadi prioritas dengan memastikan kondisi kapal dan perlengkapan keselamatan dalam keadaan baik.
Masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir juga diimbau tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca dan gelombang yang dapat berubah sewaktu-waktu.
BMKG mengingatkan agar informasi cuaca maritim terbaru selalu dipantau melalui kanal resmi sebagai acuan sebelum melakukan aktivitas di laut. (oes)
Editor : Slamet Harmoko