SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah optimistis pasar modal Indonesia akan kembali menguat pada semester kedua tahun 2026 seiring membaiknya kondisi pasar dan berjalannya berbagai program reformasi di sektor keuangan.
Optimisme tersebut muncul di tengah gejolak ekonomi yang sempat memengaruhi aktivitas investasi dan pergerakan pasar modal dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan aktivitas pasar modal saat ini masih dipengaruhi berbagai sentimen ekonomi yang membuat sebagian investor cenderung bersikap lebih hati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
“Kalau melihat kondisi saat ini, memang tren pasar modal masih mengalami kontraksi meskipun sempat kembali menguat di level tertentu,” katanya kemarin di Sampit.
Menurut Primandanu, perlambatan transaksi yang terjadi tidak menunjukkan menurunnya minat masyarakat untuk berinvestasi. Kondisi tersebut lebih disebabkan oleh penyesuaian strategi yang dilakukan investor terhadap dinamika pasar yang sedang berlangsung.
Ia menjelaskan berbagai faktor, baik global maupun domestik, masih memengaruhi pergerakan pasar modal sepanjang tahun ini. Namun demikian, OJK menilai prospek pasar modal nasional tetap menjanjikan, terutama memasuki triwulan ketiga dan keempat tahun 2026.
Optimisme tersebut didukung oleh berbagai program reformasi pasar modal yang terus dilakukan guna meningkatkan kepercayaan investor serta memperkuat daya saing industri keuangan nasional.
Selain itu, meningkatnya literasi dan inklusi keuangan masyarakat juga menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan pasar modal di Indonesia.
“Kami melihat prospeknya masih sangat baik. Ke depan pasar modal berpotensi kembali menguat seiring membaiknya sentimen pasar dan meningkatnya partisipasi investor,” tambahnya.
Primandanu menambahkan, jumlah investor yang terus bertambah, khususnya dari kalangan generasi muda, menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri investasi nasional. Berdasarkan data nasional, lebih dari 50 persen investor pasar modal saat ini berasal dari kelompok usia muda, termasuk mahasiswa.
“Kalau kita melihat data nasional, lebih dari 50 persen investor pasar modal saat ini berasal dari generasi muda,” terangnya.
Menurutnya, tren tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan masa depan. Kondisi ini juga menjadi salah satu faktor yang mendukung optimisme terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia dalam jangka panjang. (Ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko