Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Olahraga Tradisional Besei Kambe, Turut Ramaikan HUT ke 80 Bhayangkara di Polda Kalteng. Penuh Makna Tersimpan Dibaliknya

Dodi Abdul Qadir • Minggu, 21 Juni 2026 | 21:36 WIB
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan saat ikut serta lomba Besei Kambe di Bawah Jembatan Kahayan, Palangka Raya. (dodi/radarsampit)
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan saat ikut serta lomba Besei Kambe di Bawah Jembatan Kahayan, Palangka Raya. (dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA ,radarsampit.jawapos.com-Olahraga tradisional Suku Dayak yakni Besei Kambe turut meramaikan rangkaian peringatan HUT ke 80 Bhayangkara di tingkat Polda Kalteng. Perlombaan tersebut digelar di bawah Jembatan Kahayan, Palangka Raya, Sabtu (20/6).

Puluhan tim ambil bagian, baik dari kategori umum maupun perwakilan Polres dan satuan kerja di lingkungan Polda Kalteng.

Pemandangan unik tersaji saat lomba dimulai. Sebuah perahu panjang berukuran lebih dari lima meter diisi empat orang. Namun, mereka tidak duduk menghadap satu arah seperti lazimnya perlombaan dayung. Dua peserta menghadap ke ujung perahu bagian depan, sementara dua lainnya menghadap ke arah sebaliknya. Mereka mendayung sekuat tenaga dengan arah yang saling berlawanan.

Sekilas, Besei Kambe terlihat seperti tarik tambang yang dipindahkan ke atas air. Setiap tim berupaya menarik perahu melewati batas yang telah ditentukan panitia. Kelompok yang mampu melewati tanda tersebut dinyatakan sebagai pemenang. Jika dalam babak pertama kalah, peserta akan bertukar posisi untuk kembali beradu kekuatan dan strategi.

Di balik perlombaan yang mengundang decak kagum itu, tersimpan cerita rakyat yang hidup turun-temurun di tengah masyarakat Dayak. Konon, pada masa lampau sebuah kampung menggelar ritual adat yang dihadiri warga dari berbagai wilayah. Mereka datang menggunakan jukung, alat transportasi sungai yang menjadi bagian kehidupan masyarakat Dayak.

Baca Juga: Serunya Olahraga Tradisional Dayung Berat Besei Kambe

Di tengah berlangsungnya ritual, terdengar kegaduhan dari arah sungai. Warga yang penasaran berusaha mencari sumber suara tersebut. Ternyata, keributan itu bukan berasal dari manusia, melainkan dari makhluk halus yang sedang mendayung perahu.

Dalam cerita tersebut, makhluk-makhluk gaib itu mendayung saling berlawanan arah dengan tenaga luar biasa. Akibatnya, perahu yang mereka gunakan sampai terbelah karena kuatnya tarikan dari kedua sisi.

Legenda itulah yang diyakini menjadi asal-usul lahirnya permainan rakyat yang kini dikenal dengan nama Besei Kambe. Dari generasi ke generasi, kisah tersebut diwariskan hingga akhirnya berkembang menjadi olahraga tradisional khas Kalimantan Tengah.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, pemilihan Besei Kambe sebagai salah satu cabang perlombaan bukan tanpa alasan. Menurutnya, olahraga tradisional tersebut merupakan warisan leluhur masyarakat Dayak yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

"Kita tahu ini merupakan perlombaan turun-temurun, warisan para leluhur kita di Kalimantan Tengah. Kami berharap dengan dilombakan, budaya ini bisa tetap terpelihara dan tetap terjaga," ujarnya.

Menurut Iwan, Besei Kambe tidak hanya mengajarkan ketangkasan dan kekuatan fisik. Di dalamnya juga terkandung nilai keberanian, kebersamaan, solidaritas, dan kekompakan yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat maupun pelaksanaan tugas kepolisian.

Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Kita berharap juga dari makna perlombaan ini, terjadi kedekatan antara polisi dengan masyarakat. Memperingati HUT ke 80 Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng juga menyelenggarakan beberapa kegiatan perlombaan yang dititikberatkan kepada kearifan lokal,” pungkasnya.

Sementara itu, pada kategori Polri yang diikuti satuan kerja Polda Kalteng dan Polres jajaran, Satbrimob Polda Kalteng berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Ditpolairud Polda Kalteng, sedangkan Polres Murung Raya menempati peringkat ketiga.(daq/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#HUT ke 80 Bhayangkara #Besei Kambe #polda kalteng #Jembatan Kahayan #Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan