Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Gelombang Perairan Sampit dan Kuala Pembuang Berpotensi Capai 2,5 Meter pada 24 Juni

Usay Nor Rahmad • Minggu, 21 Juni 2026 | 13:35 WIB
Nelayan saat mencari ikan di Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, dalam beberapa hari ke depan tinggi gelombang diprediksi akan meningkat dari biasanya. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Nelayan saat mencari ikan di Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, dalam beberapa hari ke depan tinggi gelombang diprediksi akan meningkat dari biasanya. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Nelayan dan pengguna transportasi laut di wilayah pesisir Kalimantan Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Teluk Sampit dan Kuala Pembuang berpotensi mencapai 2,5 meter pada Rabu (24/6/2026).

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Suci Priatin Ningsih, mengatakan peningkatan tinggi gelombang tersebut dipengaruhi oleh kondisi angin yang mulai menguat di wilayah perairan setempat.

“Untuk tanggal 24 Juni 2026, tinggi gelombang di Perairan Teluk Sampit dan Kuala Pembuang diprakirakan berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh nelayan maupun pengguna jasa transportasi laut,” ujarnya, Minggu (21/6/2026 ).

Berdasarkan prakiraan cuaca maritim BMKG, kondisi perairan pada 22 hingga 23 Juni masih relatif kondusif dengan tinggi gelombang berkisar 0,5–1,25 meter.

Namun memasuki 24 Juni, gelombang diperkirakan meningkat seiring bertambahnya kecepatan angin di wilayah perairan pesisir selatan Kalimantan Tengah.

Di Perairan Kuala Pembuang, angin diprakirakan bertiup dengan kecepatan 11–17 knot dan hembusan maksimum mencapai 28 knot. Sementara di Perairan Teluk Sampit, kecepatan angin berkisar 12–16 knot dengan hembusan hingga 25 knot.

Selain peningkatan gelombang, BMKG juga memprakirakan hujan ringan berpotensi terjadi di Perairan Teluk Sampit pada 24 Juni. Kondisi tersebut dapat mengurangi jarak pandang dan memengaruhi aktivitas pelayaran.

Suci mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum berangkat melaut. Langkah antisipasi dinilai penting untuk meminimalkan risiko akibat perubahan kondisi cuaca dan gelombang.

“Pengguna perahu kecil dan nelayan tradisional agar lebih berhati-hati serta memperhatikan informasi cuaca maritim yang terus diperbarui oleh BMKG,” katanya.

Meski gelombang yang diprakirakan belum masuk kategori tinggi, peningkatan hingga mencapai 2,5 meter tetap berpotensi menimbulkan risiko bagi kapal-kapal berukuran kecil.

Karena itu, kewaspadaan dan kesiapan alat keselamatan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan selama periode prakiraan tersebut. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#sampit #Kuala Pembuang #kotim #gelombang laut #kalteng