Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Membelah Danau, Jalan Kabuau-Parenggean Dibiayai CSR

Rado. • Rabu, 17 Juni 2026 | 21:32 WIB
Nampak badan jalan Desa Kabuau menuju Parenggean, yang sudah terbentuk dan dibangun dari dana CSR patungan sejumlah PBS. (istimewa)
Nampak badan jalan Desa Kabuau menuju Parenggean, yang sudah terbentuk dan dibangun dari dana CSR patungan sejumlah PBS. (istimewa)

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Dari kejauhan, badan jalan itu tampak seperti garis panjang yang membelah hamparan danau di Desa Kabuau, Kecamatan Parenggean. Kini, akses sepanjang 10,2 kilometer itu telah tembus. Dan ditargetkan 2027 sudah bisa sepenuhnya dilalui berbagai jenis kendaraan.

Menariknya, jalan yang menjadi urat nadi baru bagi masyarakat itu tidak lahir dari proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).Sebagian besar proses pembangunannya justru ditopang melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan besar swasta (PBS) di kawasan tersebut.

Diungkapkan anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Andi Lala, kalau hanya mengandalkan APBD, mungkin jalan ini belum bisa terbangun seperti sekarang. “Karena itu saya selalu mendorong perusahaan agar CSR mereka benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Andi Lala memaparkan, awal pembukaan jalan itu dimulai pada 2021. Saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Desa Kabuau. Di atas kertas, panjang jalan yang hendak dibangun hanya sekitar 10 kilometer. Namun kondisi lapangan membuat pekerjaan tersebut jauh dari kata sederhana. Dari total panjang 10,2 kilometer, sekitar 8,3 kilometer berada di kawasan danau yang harus ditimbun terlebih dahulu sebelum bisa difungsikan sebagai jalan.

Mimpi membuka akses itu mulai menemukan jalannya ketika sejumlah perusahaan memberikan dukungan melalui program CSR.

PT KIU jadi yang pertama membantu pembukaan badan jalan sepanjang 7,2 kilometer. Dukungan kemudian datang dari PT WMGK yang membuka sekitar 1,5 kilometer badan jalan, disusul PT SMP sepanjang 1,5 kilometer.Sedikit demi sedikit, jalur yang selama ini hanya menjadi harapan warga mulai terbentuk.

“Waktu itu target utama kami adalah membuka akses terlebih dahulu agar konektivitas masyarakat bisa terwujud,” kata Andi Lala.

Baca Juga: DPRD Kalteng: Dorong Penggunaan CSR untuk Perbaikan Jalan

Pekerjaan itu kemudian membutuhkan material dalam jumlah besar, alat berat, serta biaya yang tidak sedikit. Karena itulah prosesnya dilakukan secara bertahap.Hasilnya mulai terlihat pada 2023. Setelah dua tahun dikerjakan, akses dari arah Parenggean menuju Kabuau akhirnya tembus.

Bersamaan dengan itu, pembangunan memasuki tahap berikutnya. PT IBB mengambil bagian dengan melakukan penimbunan sepanjang 4,2 kilometer. Hingga kini, sekitar 3 kilometer telah berhasil diselesaikan.Sementara itu, PT Billy turut berkontribusi melalui program penimbunan sepanjang 4,2 kilometer. Pada 2025, pekerjaan yang telah terealisasi mencapai sekitar 2 kilometer.

Meski belum sepenuhnya rampung, manfaat jalan tersebut sudah mulai dirasakan masyarakat. Aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar. Akses menuju kebun semakin mudah. Mobilitas warga yang sebelumnya bergantung pada jalur sulit kini jauh lebih efisien.

Jika dihitung berdasarkan kebutuhan konstruksi secara keseluruhan, nilai pembangunan jalan tersebut diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Angka yang cukup besar untuk ukuran sebuah desa di kawasan pedalaman.

Karena itu, Andi Lala meyakini CSR harus didorong menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah. Menurutnya, program tanggung jawab sosial perusahaan akan memberikan dampak yang jauh lebih besar apabila diarahkan pada kebutuhan riil masyarakat, terutama infrastruktur dasar.

“CSR jangan hanya berhenti pada kegiatan seremonial. Ketika digunakan untuk membangun akses jalan seperti ini, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat selama bertahun-tahun,” pungkasnya.(ang/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#Andi Lala #csr #Anggota DPRD Kotim #Desa Kabuau #parenggean