PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran menegaskan komitmen membangun pemerintahan yang bersih harus diwujudkan melalui langkah-langkah nyata dan terukur guna menghindari praktik korupsi.
Gubernur mengingatkan seluruh perangkat daerah, baik di provinsi, hingga kabupaten dan kota memerhatikan strategi pencegahan korupsi dengan meningkatkan pengawasan internal, hingga pemanfaatan sistem digital untuk mempersempit peluang terjadinya penyimpangan.
"Saya ingin membangun pemerintahan yang jujur, yang tidak hanya bebas dari praktik korupsi, tapi juga melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan," katanya, kemarin.
Baca Juga: Kalteng Perkuat PAD untuk Mendorong Pembangunan Berkelanjutan
Ia menilai pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Pastinya langkah penindakan harus dibarengi dengan upaya pencegahan yang terencana, berkelanjutan, dan mampu menyasar akar persoalan.
Karena itu, penting untuk semua pihak memahami untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui berbagai kebijakan strategis yang menjunjung tinggi prinsip keterbukaan serta pertanggungjawaban publik.
"Memang seperti itu, karena kalau bicara bicara pencegahan tidak hanya memikirkan bagaimana penindakannya, tetapi yang paling penting adalah upaya pencegahan," ucapnya.
Baca Juga: Mantan Direktur Pascasarjana UPR Ditahan. Kejari Buka Peluang Ada Tersangka Baru
Agustiar juga mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah penyalahgunaan wewenang.
"Yang pasti mencegah dan pengawasan itu bukan hanya tugas pemerintah, akan tetapi masyarakat juga harus terlibat supaya sama-sama bisa mengawasi dan melaporkan apabila ditemukan pelanggaran," pungkasnya. (sho/fm)
Editor : Farid Mahliyannor