PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Aktivitas memancing yang diduga menjadi rutinitas akhir pekan seorang pria paruh baya berujung tragedi. SU (51), warga Jalan Bakung Merang, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, ditemukan meninggal dunia di kawasan perkebunan buah naga Jalan Kameloh Misik, Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Minggu sore (14/6) sekitar pukul 16.45 WIB.
Penemuan jasadnya sempat menggegerkan warga sekitar. Tubuhnya ditemukan terlentang seorang diri di tengah area perkebunan yang relatif sepi. Di samping jasadnya, masih terdapat seperangkat alat pancing dan hasil tangkapan ikan yang belum sempat dibawa pulang.
Personel Polsek Sabangau, Unit Inafis, dan Satreskrim Polresta Palangka Raya bergerak ke lokasi, setelah mendapatkan laporan warga. Petugas langsung mengamankan tempat kejadian, melakukan identifikasi, serta mengumpulkan keterangan saksi.
Pria itu pertama kali ditemukan oleh Anton Haris Wahyudi (47), seorang petani yang saat itu sedang melakukan penyerbukan bunga buah naga di sekitar lokasi.
Saat melintas, Anton melihat seorang pria terbaring di tanah. Awalnya ia kira sedang beristirahat. Namun ketika dipanggil dan dicoba dibangunkan, tidak ada respons sama sekali.
Baca Juga: Tiga Hari Dicari, Pemancing Tenggelam di Sungai Kinipan Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia
Merasa ada yang tidak beres, Anton kemudian memanggil rekannya, Suryadi (51). Keduanya kembali memeriksa kondisi pemancing itu, sebelum akhirnya memastikan pria tersebut sudah tidak bernyawa.
Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol mengatakan, Tim Inafis langsung melakukan olah TKP secara menyeluruh guna memastikan penyebab kematian.
"Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya," ujar Eka.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di sekitar lokasi. Di antaranya satu set alat pancing, sebuah topi, dan satu galon berisi ikan hasil tangkapan.
Jenazah kemudian dievakuasi ke Ruang Jenazah RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya guna menjalani visum et repertum.Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dokter forensik, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar delapan jam sebelum dilakukan pemeriksaan medis.
“Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa pria itu meninggal saat sedang menjalankan hobinya memancing di kawasan tersebut,”papar Eka.
Diungkapkannya pula, Informasi dari pihak keluarga juga menyebutkan yang bersangkutan memang kerap pergi memancing seorang diri dan jarang membawa telepon genggam saat keluar rumah.
Kapolsek Sabangau Iptu Ahmad Taufiq pun turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mendiang.
"Kami turut berduka cita kepada keluarga. Dari hasil olah TKP Tim Inafis dan visum rumah sakit, sejauh ini tidak ditemukan unsur kekerasan maupun dugaan tindak pidana. Dugaan sementara, meninggal akibat faktor kesehatan atau sakit mendadak saat memancing," terangnya.
Polsek Sabangau pun berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk melengkapi data riwayat kesehatan korban sekaligus proses administrasi penyerahan jenazah.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama