Pamapta III SPKT Polresta Palangka Raya Ipda M. Abrar mengatakan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian yang berujung pada meninggalnya pemuda itu.
"Berdasarkan hasil keterangan, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan yang sejak beberapa tahun terakhir menjalani pemeriksaan rutin pada fasilitas kesehatan, serta pernah mengalami kejadian serupa sebelumnya," ujarnya, Jumat (12/6).
Menurut Abrar, pada hari kejadian korban juga diketahui baru menjalani kontrol kesehatan sebelum menuju kawasan menara wisata. Sementara itu, Unit Inafis Satreskrim Polresta Palangka Raya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.”Jadi terus ditindaklanjuti,”cetusnya.
Baca Juga: Pemuda Meninggal di Area Masjid Raya Darussalam Palangka Raya
Di sisi lain, Kasatreskrim Polresta Palangka Raya AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol menyampaikan, hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bunuh diri yang dipicu gangguan psikologis berat yang dialami korban.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB saat korban datang seorang diri ke coffee shop yang berada di kawasan menara dan membeli minuman matcha. Setelah itu, korban diketahui naik menggunakan lift menuju bagian atas menara meski sempat mendapat larangan dari petugas penjaga.
Sekitar 30 menit kemudian, pengunjung masjid dikejutkan oleh suara benturan keras yang berasal dari area bawah menara. Petugas yang melakukan pemeriksaan ke lantai 15 mendapati sisa minuman milik korban masih berada di atas meja, sementara korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar bangunan."Dugaannya seperti itu, tidak ada unsur lain," kata Eka.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami trauma berat pada kepala bagian kanan serta patah tulang paha kanan akibat benturan keras. Polisi memperkirakan waktu kematian terjadi sekitar dua jam sebelum pemeriksaan dilakukan."Konkretnya Satreskrim Polresta Palangka Raya tengah melakukan pendalaman," tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengungkapkan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban awalnya datang seorang diri ke area lobi pengelola menara untuk membeli tiket masuk. Sebelum naik, korban sempat membeli minuman di kafe yang berada di kawasan tersebut.
"Korban kemudian terpantau naik menggunakan lift seorang diri. Diduga korban langsung menuju lantai 15 karena petugas menemukan sandal dan sisa minuman milik korban ditinggalkan di lantai tersebut," ujarnya.
Tidak lama setelah korban berada di lantai 15, warga dan saksi di sekitar lokasi memperoleh informasi adanya seseorang yang ditemukan tergeletak di area bawah menara.
Petugas gabungan dari Polresta Palangka Raya, Polsek Pahandut, dan Tim Inafis kemudian melakukan olah TKP. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepasang sandal milik korban dan sisa minuman yang ditemukan di lantai 15.
Selain itu, polisi juga mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk mencocokkan keterangan para saksi.
"Kami sudah mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mencocokkan keterangan para saksi," pungkas Iyudi.
Sebelumnya diberitakan, suasana kawasan Masjid Raya Darussalam mendadak geger pada Kamis (11/6) sore setelah seorang pemuda ditemukan meninggal dunia di area sekitar masjid. Korban diketahui berinisial ZAS (19), warga Jalan Kecubung, Palangka Raya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan korban memiliki riwayat gangguan kesehatan dan rutin menjalani pemeriksaan di Poli Saraf RSUD dr. Doris Sylvanus serta layanan kesehatan jiwa di RSJ Kalawa Atei. Pada pagi hari sebelum kejadian, korban sempat menjalani kontrol kesehatan di RSUD dr. Doris Sylvanus.
Berdasarkan keterangan keluarga, setelah pulang ke rumah korban berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi ke kawasan Menara Masjid Raya Darussalam. Keinginan tersebut sempat mendapat larangan dari pihak keluarga. Namun korban tetap berangkat dengan berjalan kaki hingga akhirnya terjadi peristiwa tersebut.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama