JAKARTA,radarsampit.jawapos.com-Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra saat tugas kedinasan di Jakarta belum lama tadi, menyempatkan diri turun langsung ke tepian Sungai Ciliwung. Jika selama ini ia dikenal bisa melunta atau menjala ikan di sungai-sungai pedalaman Lamandau, kali ini kepala daerah itu untuk membuktikan kemahirannya melempar jala.
Aksi tersebut bermula dari unggahan seorang konten kreator, Arief Kamarudin, yang viral di media sosial saat berburu ikan sapu-sapu di perairan perkotaan yang tercemar. Dalam unggahannya, Arief sempat mempertanyakan apakah kemampuan menjala yang kerap ditampilkan sang bupati benar-benar asli atau hanya sekadar pencitraan.
Tantangan itu pun tidak dibiarkan berlarut. Rizky memilih menjawabnya secara langsung di lokasi. Dengan santai, ia mempersiapkan jala di tangannya. Sesaat kemudian, satu sentakan kuat dilepaskan. Jala mengembang sempurna di atas permukaan Sungai Ciliwung, memperlihatkan teknik yang tidak dimiliki sembarang orang.
Baca Juga: Bupati Lamandau Terbitkan Surat Edaran Transaksi Sawit, Pabrik Harus Mematuhinya
Aksi spontan tersebut langsung mengundang sorakan dari orang-orang yang menyaksikan. Bahkan, Arief Kamarudin yang sebelumnya melontarkan tantangan tampak tak bisa menyembunyikan kekagumannya.
"Ini bukan gimik. Melempar jala itu butuh keseimbangan dan teknik, tidak bisa instan. Hari ini kita lihat sendiri, jala beliau mengembang sempurna," ujar Arief sambil menggelengkan kepala.
Meski hasil tangkapan di Sungai Ciliwung tidak terlalu memuaskan, Rizky justru memanfaatkan momen itu untuk memperkenalkan kekayaan alam daerah yang dipimpinnya. Ia menjelaskan bahwa melunta bukan sekadar cara menangkap ikan, melainkan bagian dari kearifan lokal yang telah lama hidup di tengah masyarakat Lamandau.
Menurutnya, kondisi sungai-sungai di Lamandau sangat berbeda dengan sebagian besar sungai di kota-kota besar. Hingga kini, ekosistem perairannya masih terjaga, jauh dari polusi berat, serta menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar.
Karena keasriannya, sungai-sungai di Lamandau menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar. Mulai dari ikan seluang, lais, baung, jelawat, hingga patin liar yang masih mudah dijumpai oleh masyarakat setempat.
"Ikan sapu-sapu sulit didapat, bahkan hampir tidak ada di sungai-sungai Lamandau. Di sana sungainya masih sangat asri, ikannya melimpah dan variasinya banyak sekali. Alamnya masih perawan, ayo buktikan, datang ke Lamandau,kita menjala ikan yang banyak, " tutur Rizky sambil tersenyum.
Aksi sederhana di tepian Sungai Ciliwung itu menjadi cara unik Bupati Lamandau mempromosikan daerahnya kepada publik nasional . Sebuah kabupaten di jantung Kalimantan yang masih menyimpan sungai-sungai alami, kekayaan hayati yang melimpah, serta tradisi yang tetap lestari di tengah arus modernisasi.(mex/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama