PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Suasana sebuah bengkel las di Jalan Wardi Ambung V, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, sempat dibuat mencekam. Seorang pria berinisial RY, 43, yang diduga mengalami gangguan kejiwaan, mengamuk dan meresahkan para pekerja hingga warga sekitar.
Laporan masyarakat yang masuk langsung direspons cepat oleh personel Polsek Pahandut. Petugas mendatangi lokasi dan melakukan penanganan terhadap pria tersebut, Jumat siang (5/6).
Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto menjelaskan, pria tersebut diketahui telah berada di kawasan bengkel las selama empat hari terakhir. Keberadaannya semula tidak menimbulkan masalah karena dikenal sebagai sopir tronton yang kerap singgah di lokasi tersebut.
Namun belakangan perilakunya berubah. Ia beberapa kali mengamuk dan membuat pekerja bengkel merasa terancam. Kondisi itu memicu keresahan warga karena dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan orang di sekitarnya.
"Yang bersangkutan dulunya merupakan sopir tronton yang kerap singgah di bengkel tersebut. Namun akhir-akhir ini ia sering mengamuk dan mengganggu para pekerja sehingga menimbulkan keresahan dan dinilai membahayakan keselamatan warga sekitar," ujar Iyudi,Senin (8/6).
Baca Juga: Pemuda Diduga ODGJ Lindaskan Diri ke Truk di Jalan Pramuka Sampit, Polisi Masih Selidiki
Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan pendekatan persuasif sekaligus berupaya menghubungi pihak keluarga korban yang berada di Kabupaten Gunung Mas, guna memastikan identitas serta menyampaikan kondisi yang bersangkutan.
Demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Polsek Pahandut juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Mulai dari Babinsa, Satpol PP Kota Palangka Raya, perangkat kelurahan hingga petugas kesehatan dari Puskesmas Kayon diterjunkan dalam proses penanganan.
Setelah melalui proses pendekatan yang cukup hati-hati, pria tersebut akhirnya berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Petugas kemudian mengevakuasinya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei untuk mendapatkan pemeriksaan medis dan penanganan lebih lanjut.
“Polisi memastikan proses evakuasi dilakukan secara humanis dengan mengedepankan keselamatan yang bersangkutan maupun masyarakat sekitar,”pungkas Iyudi.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama