NANGA BULIK,radarsampit.jawapos.com- Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh desas-desus mengenai isu kriminalitas dengan modus baru yang disebut-sebut sebagai "teror pocong". Berdasarkan unggahan yang beredar di akun Instagram akun Laman Bicara (@lamanbicara_), isu tersebut mengeklaim adanya komplotan perampok yang sengaja mengenakan kostum pocong sambil membawa senjata tajam jenis mandau untuk menakut-nakuti korbannya sebelum melancarkan aksi kejahatan.
Berdasarkan bukti tangkapan layar pada file, narasi yang beredar di grup WhatsApp warga menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi di wilayah Nanga Bulik hingga SP 3, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
Pesan berantai tersebut juga mengimbau warga untuk tidak sembarangan membuka pintu rumah, jika ada yang mematikan kWh listrik atau ada pihak mencurigakan yang mengetuk pintu pada malam hari.
Baca Juga: Viral Teror Pocong: Hanya Tren Viral atau Ancaman Terorganisir?
Menanggapi keresahan yang mulai menyebar di tengah masyarakat, Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono, melalui Kasi Humas IPDA Gin Gin Ginanjar, memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan resmi mengenai modus kriminalitas tersebut dan kebenaran isu tersebut masih sangat diragukan.
"Saat ini anggota Satreskrim Polres Lamandau belum ada menerima laporan terkait itu, bahkan belum pasti juga kebenarannya, bisa hoax," ungkap IPDA Gin Gin Ginanjar kepada wartawan, Selasa (2/6).
Hasil penelusuran mayoritas masyarakat mengaku hanya mendengar kabar tersebut dari cerita orang lain tanpa pernah melihat atau mengalami langsung peristiwa yang dimaksud.
Camat Sematu Jaya, Purwanto saat dikonfirmasi juga mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan resmi terkait kejadian tersebut.
Kabar burung yang belum terverifikasi itu, dinilai dapat memicu kepanikan dan mengganggu kondusivitas serta ketenteraman masyarakat di wilayah Kabupaten Lamandau. Oleh karena itu, pihak kepolisian meminta warga untuk tetap tenang namun tetap waspada secara proporsional.
Salah satunya, Lia. Ibu dengan satu anak balita ini mengaku khawatir saat malam hari, terutama saat suaminya sedang bekerja di malam hari. Ia bahkan sampai pulang ke rumah orangtuanya di Pangkalanbun karrna ketakutan akibat informasi tersebut.
" Karena kalau ditinggal suami piket, saya sendirian di rumah. Takut terjadi apa-apa. Mudahan isu itu tidak benar, saya sampai ketakutan, " cetusnya.(mex/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama