PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Warga Jalan Seth Adji, di seberang SPBU, dibuat geger. Seekor ular piton sepanjang 4 meter dengan diameter sekitar 4 inci ditemukan masuk kandang ayam milik salah satu warga, setelah memangsa ternak,Selasa (5/5).
Kehadiran binatang melata itu diketahui saat pemilik kandang, Ujang (59), hendak memberi makan ayam peliharaannya. Namun suasana kandang mendadak tidak biasa.
Ujang mengaku curiga karena ayam-ayamnya tidak ribut seperti biasanya. Saat dicek, seekor ayam jantan ditemukan sudah mati tergeletak. Sementara induk ayam yang sedang mengeram justru hilang. “Biasanya ramai, ini malah sunyi. Pas dilihat, ayam jago sudah mati, induknya hilang,” ujarnya.
Pria itu pun meminta bantuan tim badan pemadam kebakaran (BPK) setempat, untuk mengevakuasi ular ganas itu.
Sementara itu, Komandan BPK Kamboja Sucipto membenarkan penanganan ular itu. Menurutnya, kecurigaan itu terjawab setelah ia melihat benda bercorak belang di dalam sebuah drum bekas 35 liter yang biasa digunakan sebagai tempat ayam berteduh. Setelah diperiksa lebih dekat, ternyata seekor piton besar sedang meringkuk, usai menelan induk ayam.
Baca Juga: Bikin Panik! Warga Panjaitan Sampit Temukan Ular Sanca di Nongkrong di Bak Kamar Mandi
Saat ditemukan dalam kondisi kekenyangan, ular tersebut tampak tidak agresif dan hanya berdiam di dalam.Petugas yang datang langsung melakukan evakuasi. Ular piton diangkat bersama jeriken tempat persembunyiannya, lalu dimasukkan ke dalam karung tanpa perlawanan berarti.
Sucipto menambahkan, setelah berhasil diamankan, ular tersebut kemudian dibawa dan dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari permukiman warga untuk menghindari kejadian serupa terulang. Akibat kejadian ini, dua ekor ayam milik Ujang menjadi korban satu dimangsa, satu lagi mati. Sementara telur yang sedang dierami tersisa tanpa induk.
Ia menekankan, peristiwa ini kembali menjadi peringatan bagi warga agar lebih waspada, terutama di wilayah yang dekat dengan habitat alami satwa liar.”Ingat jangan sembarangan dalam evakuasi,”tandasnya.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama