SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Rencana masuknya pesawat Airbus A320 milik Super Air Jet ke Bandara Haji Asan Sampit mulai menemui titik terang dari sisi teknis. Namun, penerbangan perdana belum bisa dipastikan dalam waktu dekat, karena penjualan tiket hingga kini masih belum dibuka oleh pihak maskapai.
Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah, menegaskan operasional pesawat itu tidak akan mengangkut penumpang secara penuh. Dari total kapasitas sekitar 180 kursi, keterisian hanya dibatasi pada kisaran 70 hingga 80 persen.
Menurutnya, pembatasan tersebut bukan tanpa alasan. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama, mengingat pesawat juga akan mengangkut kargo di samping penumpang.
“Tidak diisi penuh karena ada muatan barang dan menyesuaikan aspek keselamatan penerbangan,” ujarnya.
Dari sisi infrastruktur lanjut Raihansyah, landasan pacu Bandara Haji Asan Sampit yang memiliki panjang 2.060 meter dan lebar 30 meter dinilai telah memenuhi syarat.
Sejumlah pengujian teknis, mulai dari kekuatan landasan, manuver pesawat, hingga simulasi parkir telah dilakukan dan dinyatakan aman.
Selain itu, berbagai aspek pendukung juga telah dipastikan siap. Izin slot penerbangan, layanan ground handling, hingga koordinasi dengan bandara tujuan di Cengkareng disebut tidak mengalami kendala.
Baca Juga: Maskapai Baru di Bandara H Asan Sampit Turut Layani Rute Lintas Kalimantan
Dishub Kotim juga telah menindaklanjuti catatan dari pihak maskapai terkait potensi ganguan keselamatan penerbangan. Sejumlah pohon di sekitar kawasan bandara yang sebelumnya menjadi perhatian telah ditebang, meski masih ada ada beberapa milik warga yang dalam proses penyelesaian.
Meski seluruh kesiapan teknis telah rampung, realisasi penerbangan komersial masih bergantung pada keputusan maskapai. Raihansyah menyebut, pihaknya kini hanya menunggu kepastian dari manajemen Lion Air Group terkait jadwal pembukaan tiket.
“Secara teknis semua sudah siap, tinggal menunggu kebijakan maskapai. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada kepqstian,” pungkas Raihansyah.(yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama