PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Survei In Depth Politics terhadap mahasiswa/mahasiswi Universitas Palangka Raya (UPR) terkait para kandidat calon rektor terus bergulir. Secara umum hasilnya mereka tetap menginginkan pemimpin kampus itu berasal dari kalangan Guru Besar.
Selain itu disyaratkan memiliki rekam jejak bersih, integritas kuat, visioner, dan mampu membawa kampus melompat lebih maju.
Survei yang dilaksanakan pada 8–14 Maret 2026 itu melibatkan 1.035 responden mahasiswa dari berbagai fakultas di UPR. Pengumpulan data dilakukan secara digital menggunakan Google Forms dengan metode Stratified Random Sampling, serta margin of error sebesar 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Ketua Tim Survei In-depth Politics, Roby Krystianto menyampaikan, menjelang proses pemilihan Rektor UPR, aspirasi mahasiswa mulai mengerucut.
Survei juga menunjukkan, mahasiswa tidak terlalu mempersoalkan dari mana asal daerah calon rektor. Sebanyak 88,32 persen responden menilai asal kedaerahan bukan hal penting, namun 80,45 persen tetap berharap rektor berasal dari internal UPR, agar lebih memahami persoalan kampus.
Roby menjelaskan, pertanyaan mengenai asal daerah calon rektor dimunculkan karena memiliki relevansi akademik, terutama karena regulasi memungkinkan figur dari luar kampus maupun luar daerah ikut dalam proses pemilihan.
“Pertanyaan itu memiliki urgensi akademik karena ruang kepemimpinan terbuka bagi figur dari dalam maupun luar daerah,” jelasnya.
Baca Juga: Gelar Survei di Delapan Fakultas, Mahasiswa Inginkan Calon Rektor UPR Bersih dan Visioner
Meski begitu, pihaknya menegaskan bahwa hasil survei tersebut tidak dimaksudkan untuk membangun narasi identitas ataupun mendiskreditkan kelompok tertentu.
Menurut Roby, survei ini dilakukan secara independen tanpa intervensi pihak mana pun, dengan tujuan menghadirkan data objektif mengenai harapan mahasiswa terhadap sosok pemimpin kampus ke depan.
“Survei ini murni dilaksanakan secara mandiri. Kami ingin memberikan kontribusi nyata berupa data yang bisa menjadi bahan pertimbangan strategis,” tegasnya.
In-depth Politics memastikan seluruh temuan murni berupa data empiris yang menggambarkan preferensi mahasiswa saat survei dilakukan.
“Survei ini tidak dimaksudkan membangun narasi identitas, melainkan murni menggambarkan preferensi mahasiswa,” tegas Roby.
Ia menambahkan, hasil survei itu bisa menjadi salah satu referensi bagi para pemangku kepentingan dalam menentukan arah kepemimpinan UPR ke depan. Aspirasi mahasiswa dinilai penting karena mereka merupakan bagian inti dari ekosistem perguruan tinggi.
Lebih jauh, survei ini juga bertujuan membaca peluang dan tantangan para calon rektor, sekaligus mendorong lahirnya pemimpin kampus yang berkualitas dan memperkuat ruang demokrasi di lingkungan akademik.
“Kami menghormati segala bentuk respons, baik yang menerima maupun yang mengkritisi. Itu bagian penting dalam memperkaya diskursus akademik,” pungkas Roby. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama