PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Sejumlah wartawan yang tengah berada di lingkungan kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah (Kalteng), tiba-tiba diajak mengikuti tes urine secara mendadak oleh petugas.
Tanpa pemberitahuan sebelumnya, para jurnalis dari berbagai media mulai dari cetak, online hingga televisi diminta mengikuti pemeriksaan urine sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberantasan narkoba di Kalimantan Tengah.
Kegiatan di Kantor BNNP Kalimantan Tengah itu justru disambut antusias oleh para wartawan. Mereka secara sukarela mengikuti prosedur pemeriksaan yang dilakukan langsung oleh tim BNNP Kalteng.
Satu per satu wartawan diminta masuk ke ruang pemeriksaan untuk memberikan sampel urine. Prosesnya pun diawasi langsung oleh petugas guna memastikan prosedur berjalan sesuai standar pemeriksaan narkotika.
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kalteng, Kombes Pol Ruslan Abdul Rasyid, menjelaskan, tes urine yang melibatkan wartawan tersebut memiliki nilai simbolis sekaligus edukatif.
Sekaligus simbol dukungan insan pers terhadap BNNP dalam memerangi peredaran narkotika yang hingga kini masih menjadi ancaman serius di Kalteng.Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya edukasi mengenai bahaya penggunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan, masa depan, bahkan kehidupan sosial seseorang.
Menurutnya, insan pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk dalam menyuarakan bahaya narkoba.
“Tes urine secara mendadak ini untuk menunjukkan dukungan rekan-rekan media terhadap pemberantasan narkoba. Mereka juga membuktikan bersih dari narkoba, terlebih sering meliput kasus narkoba dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” ujar Ruslan.
Menurutnya, pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa hidup tanpa narkoba jauh lebih sehat, produktif, dan memberikan masa depan yang lebih baik.“Wartawan adalah agen informasi. Mereka memiliki peran strategis untuk menyebarkan pesan positif kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba,” imbuh Ruslan.
Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, hasilnya pun diumumkan. Dari seluruh wartawan yang mengikuti tes urine, tidak satu pun yang terindikasi menggunakan narkoba.
“Semua hasilnya negatif. Artinya mereka bersih dari narkoba. Ini menjadi contoh yang baik bagi masyarakat bahwa hidup tanpa narkoba lebih sehat dan produktif,” pungkas Ruslan.
Salah satu wartawan yang mengikuti tes urine, Razib, mengaku sempat terkejut ketika tiba-tiba diminta mengikuti pemeriksaan tersebut. Namun setelah menjalaninya, ia justru merasa kegiatan itu memberikan pengalaman yang unik sekaligus edukatif.
“Kami wartawan yang biasa meliput kegiatan BNNP bangga bisa ikut mendukung BNNP dalam memberantas narkoba,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bagi para jurnalis untuk terus menjaga kesehatan serta menjauhi narkoba dalam menjalani profesi.
“Ini juga menjadi pengingat bagi kami agar selalu menjaga diri dan menjauhi narkoba,” tandasnya.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama