Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Warga Tiga Desa di Seruyan Sepakati Kebun Plasma

M. Rifani Dewantara • Minggu, 8 Maret 2026 | 22:45 WIB

Penandatanganan kesepakatan, pembangunan kebun masyarakat di tiga desa di Kecamatan Sembuluh, Kabupaten Seruyan, (7/3).
Penandatanganan kesepakatan, pembangunan kebun masyarakat di tiga desa di Kecamatan Sembuluh, Kabupaten Seruyan, (7/3).

KUALA PEMBUANG,radarsampitjawapos.com- Program kebun plasma 20 persen bagi warga sekitar salah satu perkebunan sawit di Kecamatan Sembuluh, Kabupaten Seruyan resmi berjalan. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan dan koperasi tiga desa di Kecamatan Danau Sembuluh.

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menjadi saksi penandatanganan yang berlangsung di rumah jabatannya, di Kuala Pembuang, Sabtu (7/3) sore.

Tiga desa yang terlibat dalam kerja sama tersebut yakni Desa Benua Usang, Desa Paren, dan Desa Sembuluh II.

Ahmad Selanorwanda menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Seruyan sangat menyambut baik komitmen pihak perusahaan yang telah merealisasikan program Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) 20 persen sebagai bagian dari kewajiban pembangunan kebun masyarakat sekitar.

“Program tersebut bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi juga bentuk kemitraan yang memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat desa yang berada di sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.

Wanda menilai, keberadaan kebun plasma memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kepemilikan kebun yang dikelola bersama perusahaan inti.

“Melalui program ini masyarakat yang tergabung dalam koperasi di Desa Benua Usang, Paren, dan Sembuluh II diharapkan memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan dari kepemilikan dan pengelolaan kebun plasma,” paparnya.

Wanda juga mengingatkan, pengurus koperasi agar mengelola organisasi secara profesional, transparan, dan akuntabel. Ia tidak ingin program yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru memicu konflik internal.

“Koperasi harus dikelola dengan baik dan terbuka. Jangan sampai terjadi persoalan internal seperti yang pernah dialami beberapa koperasi lain,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga hubungan kemitraan yang sehat antara perusahaan dan masyarakat agar program perkebunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada sinergi tiga pilar utama, yakni pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Pemerintah menciptakan tata kelola yang baik, dunia usaha menghadirkan investasi dan membuka lapangan kerja, sementara masyarakat menjadi bagian dari pembangunan itu sendiri,” pungkas Ahmad Selanorwanda.

Di sisi lain, Ketua Koperasi Unggul Jaya Sejahtera Desa Paren, Mulyono, menyambut baik realisasi program tersebut. Menurutnya, kepastian kebun plasma menjadi harapan baru bagi masyarakat desa.

“Alhamdulillah akhirnya ada kejelasan dari perusahaan. Program kebun plasma 20 persen ini benar-benar terbukti dan memberikan harapan bagi masyarakat,” pungkasnya. (rdw/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#bupati seruyan #seruyan #kebun plasma #Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat