Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Camat Parenggean Soroti CSR Tambang Batu Bara. Penyaluran ke Masyarakat Disebut masih Rendah

Rado. • Senin, 2 Maret 2026 | 13:00 WIB

Camat Parenggean, Muhammad Jais
Camat Parenggean, Muhammad Jais

SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Camat Parenggean, Muhammad Jais  menyampaikan sorotan kepada aktivitas perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di wilayahnya. Ia menilai aktivitas pertambangan sejauh ini belum memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama anggota DPD RI Agustin Teras Narang yang dihadiri sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (27/2/2026) lalu.

Dalam forum tersebut, Camat Parenggean menyoroti rendahnya penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan tambang kepada masyarakat.

Menurutnya, jika perusahaan tambang tidak memberikan kontribusi nyata, maka keberadaan mereka hanya akan menyisakan persoalan lingkungan bagi masyarakat setempat.

“Jangan sampai perusahaan hanya datang menambang, lalu yang ditinggalkan hanya lubang-lubang bekas tambang tanpa ada manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Jais menegaskan, masyarakat di wilayah sekitar tambang seharusnya turut merasakan manfaat dari aktivitas industri tersebut, baik melalui program pemberdayaan masyarakat maupun pembangunan fasilitas umum.

Dirinya juga membandingkan dengan sektor pertambangan  bauksit lain yang dinilai lebih aktif menyalurkan program CSR, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia meminta dukungan anggota DPRD, khususnya dari daerah pemilihan setempat, agar turut mendorong para pengusaha tambang lebih memperhatikan masyarakat di wilayah Parenggean.

“Mohon kawan-kawan DPRD memberikan pengertian kepada para pengusaha tambang agar mereka juga memperhatikan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya,” papar Muhammad Jais.

Di sisi lain, Camat Parenggean itu mengungkapkan bahwa kondisi wilayahnya relatif kondusif meski terdapat sejumlah persoalan lahan maupun koperasi yang berkaitan dengan aktivitas usaha di daerah tersebut.

Ia mengklaim berbagai persoalan yang muncul selama ini masih dapat diselesaikan di tingkat kecamatan tanpa harus meluas hingga ke tingkat kabupaten.(ang/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#Perusahaan Tambang Batu Bara #sampit #parenggean #kesejahteraan masyarakat