Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bikin Panik Warga, Seekor Piton Melingkar di Kandang setelah Telan Dua Ekor Ayam

Dodi Abdul Qadir • Senin, 23 Februari 2026 | 21:30 WIB

Seekor ular piton sepanjang sekitar 4 meter dengan diameter kurang lebih 4 inci saat dievakuasi dari kandang ternak ayam milik warga di Jalan G Obos IX.
Seekor ular piton sepanjang sekitar 4 meter dengan diameter kurang lebih 4 inci saat dievakuasi dari kandang ternak ayam milik warga di Jalan G Obos IX.

PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Pagi yang biasanya tenang di Jalan G Obos IX mendadak berubah mencekam,Senin (23/2/) Seekor ular piton sepanjang sekitar 4 meter dengan diameter kurang lebih 4 inci ditemukan melingkar kekenyangan di dalam kandang ternak ayam milik warga. Dua ekor indukan ayam dilaporkan sudah menjadi mangsa reptil raksasa tersebut.

Peristiwa itu terungkap saat pemilik kandang yang juga pelapor, memberi pakan ternaknya pada pagi hari. Namun suasana terasa berbeda. Sampai akhirnya diketahui ada seekor ular piton di dalam kandang.

Analis Kebakaran Ahli Muda Damkar Kota Palangka Raya, Sucipto menyampaikan, pemilik rumah mengaku sejak malam sebelumnya mendengar suara gaduh tak biasa dari arah kandang.

“Kata pemilik rumah, semalam ayam ribut sekali. Dia kira karena kucing atau musang. Tapi paginya pas mau kasih makan, suasananya aneh,hingga diketahui ada ular” tuturnya.

Rasa curiga pun mendorong warga itu mendekati salah satu bilik kandang. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati seekor piton besar sedang melingkar di sudut kandang. Tubuhnya tampak membesar di bagian tengah, tanda baru saja memangsa.Dua indukan ayam miliknya sudah tak terlihat. Dugaan kuat, keduanya telah ditelan ular tersebut.

“Panik, pemilik kandang segera memanggil tetangga. Warga yang berdatangan hanya bisa menyaksikan ular piton besar itu terdiam dengan posisi melingkar, namun tetap berpotensi berbahaya jika merasa terancam,”beber Sucipto.

Saat tim tiba di lokasi di Jalan G Obos IX, pelapor dan warga sekitar yang masih berjaga dengan jarak aman. Pelapor kemudian menunjukkan bilik kandang tempat ular berada sambil menceritakan kronologi awal kejadian.

Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Meski tampak kekenyangan dan relatif pasif, ular piton tetap berpotensi melawan. Petugas  pun menggunakan alat pengaman untuk mengendalikan bagian kepala dan tubuh ular agar tidak membahayakan.

Suasana sempat tegang ketika ular mulai bergerak saat proses pengamanan berlangsung. Beberapa warga mundur menjauh, khawatir ular tiba-tiba menyerang.

Namun berkat koordinasi dan pengalaman tim, dalam waktu sekitar 30 menit ular piton berhasil dikuasai. Reptil besar tersebut kemudian dimasukkan ke dalam karung khusus dan diikat rapat untuk memastikan tidak lolos selama perjalanan.

Selanjutnya, ular dibawa menggunakan kendaraan operasional dan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya yang jauh dari permukiman warga.

Sucipto pun mengimbau warga agar segera melapor jika menemukan satwa liar berukuran besar di lingkungan permukiman. Ia juga mengingatkan warga untuk memastikan kandang ternak dalam kondisi tertutup rapat, terutama pada malam hari.

“Kemunculan ular piton di kawasan permukiman diduga berkaitan dengan faktor habitat dan ketersediaan makanan. Lingkungan yang berdekatan dengan semak belukar, saluran air, atau lahan kosong berpotensi menjadi jalur masuk satwa liar. Jadi jaga lingkungan,”pungkasnya. (daq/gus)

 

 

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#di Kandang Ayam #palangkaraya #ular piton #bikin panik warga #Damkar Kota Palangka Raya #ayam