Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Biawak Agresif Ganggu Aktivitas Karyawan Apotek di Palangka Raya

Dodi Abdul Qadir • Kamis, 12 Februari 2026 | 22:05 WIB
Tim rescue Damkar Kota Palangka Raya saat mengevakuasi seekor biawak di jalan Dr Murjani, dari sebuah apotek, Kamis (12/2)
Tim rescue Damkar Kota Palangka Raya saat mengevakuasi seekor biawak di jalan Dr Murjani, dari sebuah apotek, Kamis (12/2)

PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Seekor Varanus salvator atau biawak air membuat geger warga di sekitar Apotek Talitha di Jalan Dr Murjani, Kota Palangka Raya, Kamis (12/2), sehingga aktivitas usaha sempat terganggu.

Biawak berukuran sekitar 1 meter dengan lebar badan kurang lebih 18 sentimeter itu pertama kali diketahui warga yang melihatnya dari belakang bangunan apotek.

Sucipto, Analis Kebakaran Ahli Muda Damkar Kota Palangka Raya menjelaskan,  awalnya ada warga yang mengejar biawak dari area permukiman di belakang apotek.

“Benar, mengebohkan warga.Kenapa bisa terjadi, karena dikejar. Biawak lari ke arah Jalan Dr Murjani dan masuk ke dalam Apotek Talitha,” ujarnya.

Merasa khawatir akan keselamatan karyawan dan pengunjung, pihak apotek kemudian menghubungi tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya untuk meminta evakuasi. Mendapat laporan tersebut, tim rescue segera bergerak menuju lokasi.

Setibanya di tempat kejadian, petugas langsung diarahkan ke lokasi terakhir biawak terlihat. Setelah melakukan pencarian selama sekitar 30 menit, biawak akhirnya ditemukan bersembunyi di balik pintu kamar kecil di dalam apotek.

Sucipto melanjutkan, petugas kemudian melakukan penjepitan menggunakan alat khusus penangkap ular. Setelah berhasil diamankan, biawak dikeluarkan dari dalam ruangan dan dimasukkan ke dalam karung berlapis dua guna menghindari lepasnya hewan tersebut karena kuku dan cakarnya yang tajam.

Selanjutnya, biawak dievakuasi dan dilepasliarkan kembali ke alam bebas, jauh dari permukiman warga. Saat dilepas, hewan tersebut dengan cepat masuk ke semak-semak dan menghilang.

“Ini menandakan biawak dalam kondisi sehat dan kembali ke ekosistem alaminya,” tandas Sucipto.

Ia menambahkan, biawak memiliki peran penting dalam rantai ekosistem, salah satunya memangsa telur ular. Jika populasinya berkurang atau punah, dikhawatirkan populasi ular justru meningkat dan berpotensi masuk ke lingkungan permukiman, termasuk ular berbisa.(daq/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#biawak #apotek #Varanus Salvator #kota palangka raya #dr Murjani #Damkar Kota Palangka Raya