SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto, menyoroti terkait daya saing pekerja lokal, terutama di perusahaan swasta yang menurutnya masih rendah. Ia menilai hal itu salah satu penyebab tingginya angka pengangguran.
“Banyak putra daerah kita yang sulit bersaing menempati posisi penting di perusahaan swasta, karena keterbatasan kemampuan akademik dan kultur kerja yang belum menyesuaikan,”ujarnya, baru-baru tadi.
Menurutnya, persoalan ini bukan semata-mata soal ketersediaan lapangan kerja, melainkan kesiapan pekerja lokal itu sendiri, terhadap tuntutan profesionalitas dalam bekerja. Selain itu lanjut Dadang, adanya mentalitas di kalangan pekerja lokal yang menghambat pengembangan diri.
“Sebagian pekerja lokal enggan meningkatkan kompetensi dan merasa cukup puas dengan kondisi yang ada. Bahkan, ada yang bersikap pasif karena merasa memiliki hak lebih dengan alasan perusahaan berdiri di atas tanah milik keluarga mereka,” papar Politikus PAN ini.
Dadang pun mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kotim untuk lebih proaktif, dalam merangkul pihak swasta guna memperkuat kapasitas dan kompetensi karyawan, khususnya pekerja lokal.
Menurutnya program pelatihan saja tidak cukup. Pemerinta juga wajib melakukan monitoring ketat pasca-pelatihan, untuk memastikan tenaga kerja benar-benar siap dan mampu bersaing secara profesional.
Dadang menegaskan, regulasi daerah telah mengatur secara jelas, bahwa setiap unit usaha wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal minimal 50 persen. Asalkan mereka memenuhi kualifikasi dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.
“Pemberdayaan ini tidak boleh hanya sebatas menyediakan pekerjaan. Yang lebih krusial Adalah memberikan peluang bagi tenaga kerja lokal untuk menduduki posisi strategis di perusahaan,” pungkasnya, dikutip dari Antara. (ant/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama