PANGKALAN BUN – Jalan pemukiman di Gang Parau I, RT 01, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ambrol akibat tergerus air hujan.
Akibat ambrol dengan kedalaman sekitar 1 meter, Jalan selebar 3 meter itu hanya menyisakan setengah meter. Warga pun berinisiatif memasang tanda, agar tak membahayakan pengguna jalan.
Selain itu, ambrolnya jalan permukiman tersebut berdampak pada patahnya pipa saluran air bersih PDAM yang tertimpa material aspal dan tanah.
Petugas PDAM pun turut ke lokasi berupaya melakukan perbaikan sambungan pipa yang patah. Mereka juga menyumbangkan dua truk tanah untuk menimbun jalan yang ambrol. Di Tengah guyuran hujan perbaikan pila dilakukan hingga malam hari, dengan dibantu warga.
Lurah Baru, Ikhsan menyampaikan, saat jalan ambrol ia mencoba berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman Kobar untuk meminta bantuan penimbunan jalan. Namun tidak bisa direalisasikan karena keterbatasan anggaran.
"Lalu saya coba ke PDAM, dan mereka menyumbangkan dua truk tanah untuk menimbun, dan untuk pengaspalan permukaan nanti Dinas Perkim yang akan menangani,” ujarnya.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses utama warga, sehingga apabila berlarut-larut dibiarkan maka akan berbahaya, lantaran hanya menyisakan sedikit ruang untuk warga melintas.
Ikhsan juga mengungkapkan, tingginya intensitas hujan menjadi penyebab jalan ambrol. Selain di Gang Parau, sirin beton di Jalan Lubut juga ambrol akibat tergerus air hujan, mengingat usia siring yang sudah tua.
Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Arut Sapriansyah menegaskan, meski bukan menjadi penyebab utama ambrolnya jalan di Gang Parau I, namun mereka tetap memberikan bantuan tanah untuk penimbunan.
"Semoga hari ini bisa selesai, dan nanti untuk pengaspalan tetap dilakukan Dinas Perkim, kami hanya membantu tanah timbunan saja,” pungkasnya. (tyo/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama