Kajian teknis untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan serta mencari solusi dari penerapan pembelajaran 5 hari sekolah. Begitu pula dengan metode pembelajarannya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kobar Muhammad Alamsyah menjelaskan, konsultasi publik untuk menerapkan sistem tersebut sedang berjalan saat ini.
"Kita sampai pada tahapan Forum Konsultasi Publik (FKP), setelah ditetapkan baru kemudian disosialisasikan ke masyarakat. Kalau ke internal dinas pendidikan kesatuan pendidikan sudah kita sosialisasikan," ujarnya, Selasa (16/9).
Menurutnya, dari enam kecamatan yang ada di Kobar, 4 kecamatan telah menyatakan kesiapannya, sementara 2 kecamatan akan melaksanakan bertahap.
Alamsyah menegaskan, sebelum sekolah memberlakukan 5 hari belajar agar melakukan koordinasi dengan stake holder di wilayahnya masing-masing. Seperti dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua wali dan warga sekolah.
Diungkapkannya pula, sesuai standar dan aturan bahwa dengan memperpadat waktu menjadi 5 hari sekolah, maka durasi jam pelajaran dan jam kerja juga ditambah setiap harinya. Dengan begitu, 5 hari sekolah memberikan waktu berkualitas bagi pendidikan dalam keluarga peserta didik.
"Nantinya sesuai jadwal dalam pembelajaran 5 hari sekolah isinya tidak melulu intrakurikuler (mata pelajaran) tetapi juga didalamnya kegiatan kokurikuler (keagamaan, budaya dan lainnya) dengan kegiatan menyenangkan dan tidak lagi membawa tugas sekolah ke rumah (PR)," terang Muhammad Alamsyah.
Diharapkannya, penerapan sistem 5 hari sekolah dapat membawa beberapa manfaat positif. Seperti meningkatkan efisiensi waktu, meningkatkan kualitas pembelajaran, waktu yang lebih efektif dapat memungkinkan guru untuk merancang pembelajaran yang lebih berkualitas dan siswa dapat lebih fokus dalam belajar.
Selain itu, meningkatkan keseimbangan hidup, mengurangi kelelahan, serta meningkatkan produktivitas, dengan waktu yang lebih efektif dapat memungkinkan siswa untuk menjadi lebih produktif dalam belajar dan melakukan kegiatan lainnya.
"Namun, penerapan sistem 5 hari sekolah juga perlu diimbangi dengan perencanaan yang matang dan penyesuaian yang tepat, untuk memastikan bahwa tujuan pembelajaran tetap tercapai," pungkas Muhammad Alamsyah. (tyo/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama