Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

RSSI Pangkalan Bun Persiapan Kelola Limbah B3 Mandiri

Koko Sulistyo • Minggu, 24 Agustus 2025 | 07:00 WIB
Pemaparan kesiapan operasional fasilitas pengolahan limbah B3 di RSSI Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat belum lama tadi.
Pemaparan kesiapan operasional fasilitas pengolahan limbah B3 di RSSI Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat belum lama tadi.

PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com- Kementerian Lingkungan Hidup bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) telah melakukan monitoring lapangan untuk mengetahui kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun, dalam mengelola limbah B3 secara mandiri.

Monitoring juga dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala Dinas Kesehatan Kobar, serta jajaran manajemen rumah sakit.

Tim monitoring telah memaparkan hasil pemeriksaan lapangan yang telah dilakukan sebelumnya. Mencakup aspek teknis fasilitas, prosedur operasional, kelengkapan dokumen, hingga pemenuhan standar keselamatan lingkungan.

Hasilnya diperoleh gambaran sejauh mana kesiapan RSUD Sultan Imanuddin dalam mengoperasikan fasilitas pengolahan limbah B3 secara mandiri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kobar Fitriyana menyampaikan, pelayanan insinerator di RSUD Sultan Imanuddin sudah cukup baik dan sesuai dengan ketentuan. Namun, ia menekankan perlunya inovasi ke depan.

“Pelayanan pengelolaan limbah B3 perlu diperluas, tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga menjangkau puskesmas hingga pihak swasta. Tentunya dengan izin resmi sesuai ketentuan dan kapasitas yang tersedia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSSI Pangkalan Bun dr Fachruddin, menegaskan pentingnya monitoring itu untuk memastikan efektivitas dan keamanan incinerator dalam mengelola limbah B3 medis.

Menurutnya, RSSI Pangkalan Bun berkomitmen untuk mengelola limbah medis B3 secara profesional, bertanggung jawab, serta sesuai dengan standar yang ditetapkan.

"Dengan adanya monitoring ini, RSSI Pangkalan Bun semakin mantap dalam mengelola limbah medis berbahaya secara mandiri, demi mendukung pelayanan kesehatan yang aman dan ramah lingkungan," pungkas Fachruddin. (tyo/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#Limbah medis B3 #dinas lingkungan hidup #Kotawaringin Barat (Kobar) #RSSI Pangkalan Bun #kementrian lingkungan hidup