PANGKALAN BUN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memotong pohon-pohon rawan tumbang ke jalan, di wilayah Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan. Seperti di Jalan H Mustalim, RT 16.
Sejumlah pohon-pohon besar rawan tumbang itu terbilang berumur tua, lapuk dan hampir mati. Dikhawatirkan ketika cuaca ekstrem, membahayakan bagi pengguna jalan.
Plt Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kobar Raudhatul Aslamiyah menyatakan, pemotongan pohon-pohon itu menggunakan beberapa unit gergaji mesin. Diantaranya terdapat pohon jenis Kayu Mahoni.
"Jumlah pohon yang dipotong 4 batang, dan hari ini (red: kemarin) baru 1 pohon yang berhasil dipotong," ujarnya, Sabtu (16/8).
Menurutnya untuk memotong 4 pohon tua berukuran besar tersebut, tim dari DLH membutuhkan waktu sekitar 2 hari. Apalagi pohon-pohon tersebut kondisinya sudah nyaris mati. Mereka pun mengerahkan 6 personel, dan unit skywalker serta dump truk untuk pengangkutan batang pohon dan daun-daunnya.
Menurut Raudhatul, DLH Kobar senantiasa melakukan inventarisasi pohon-pohon tua yang rawan tumbang di setiap ruas jalan, dan lokasi di Jalan H Mustalim merupakan lokasi publik yang rawan dengan keberadaan pohon tuanya.
"Di Jalan Mustalim dekat Almanar belum tersurvei oleh kami, dan setelah ada laporan langsung kami tindaklanjuti," tukasnya.
Raudhatul juga mengungkapkan, berdasarkan hasil survei terhadap pohon yang rawan tumbang, ada wilayah-wilayah yang sudah dipetakan oleh tim dan akan segera ditindaklanjuti pemotongan pohonnya.
Lokasi keberadaan pohon tua yang akan dieksekusi, diantaranya berada di Jalan Ahmad Wongso, Jalan Delima, Jalan Edi Swargono, Jalan Pasang, Jalan Malijo, Jalan Bhayangkara, Jalan Rati Mangku, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Iskandar.
"Sementara untuk Jalan Pangeran Antasari, masih relatif aman dan jarang pohon yang berusia tua. Kemudian untuk penebangan pohon tua di area fasilitas umum akan dilakukan kemudian, setelah pohon -pohon tua di ruas jalan utama sudah selesai dieksekusi," pungkas Raudhatul. (tyo/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama