PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com - Insiden memilukan terjadi di tengah-tengah dampak kenaikan debit air Sungai Kahayan. Seorang bocah berusia 9 tahun tewas tenggelam saat bermain di tengah banjir yang melanda Jalan Pelatuk VII kawasan Kompleks Jalan Anoi, Palangka Raya, Minggu (16/3).
Korban tenggelam yang ini inisial AB, merupakan warga Jalan Bukit Keminting dan berstatus pelajar di salah satu sekolah dasar di Kota Palangka Raya.
Informasi dihimpun, awal kejadian sekitar pukul 10.30 Wib korban bersama enam orang temannya melakukan aktivitas bermain air yang saat itu kondisi air sedang tinggi. Diketahui korban tidak bisa berenang dan tiba -tiba langsung nekat ke tengah menuju timbunan pondasi sebuah rumah, namun tidak lama kemudian ia tenggelam. Melihat hal itu, kelima teman korban pun berteriak minta tolong.
Sejumlah warga pun langsung berupaya mencari korban yang tenggelam dan diduga terseret arus air. Sekitar 30 menit pencarian, akhirnya korban ditemukan, namun kondisinya sudah lemas dan tidak bergerak lagi, dengan menggukana celana panjang berwarna merah. Lokasi ditemukannya berjarak 5 meter dari titik awal ia tenggelam.
Diketahui di lokasi kejadian itu, dalam kondisi banjir dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter dan di lokasi itu sering dijadikan tempat bermain air oleh anak - anak sekitar maupun anak - anak dari luar Komplek Mendawai, Kota Palangka Raya.
Sebelum peristiwa terjadi, korban diketahui ikut orang tuanya yang bekerja membersihkan kuburan, lalu ia izin dengan orang tua untuk pergi memancing bersama beberapa temannya. Korban pun selanjutnya dibawake rumah duka dan disemayamkan di masjid setempat.
Ketua RT 06, Jalan Mendawai, Aditya Wibawa menyampaikan, pihaknya terkejut atas peristiwa tersebut dan menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban.Menurutnya, arus air yang deras diduga kuat penyebab bocah itu tenggelam.
“Warga melakukan pencarian kurang lebih 30 menit, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.Kita sudah berusaha untuk menyelamatkan dan evakuasi ke rumah sakit. Namun dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.
Ia menambahkan, agar peristiwa ini tidak terulang kembali dan berpesan agar orang tua tidak boleh lengah terhadap anak-anaknya, apalagi dalam kondisi debit air meninggi. Terlebih kalangan lansia, dan anak-anak yang tidak bisa berenang.
”Semoga kejadian ini tidak terulang dan memang airnya ini sangat deras.Ini jadi peringatan bersama,” tandas Aditya.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama