Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jalan Poros Desa Sekonyer Mendesak Perlu Perbaikan

Koko Sulistyo • Sabtu, 25 Januari 2025 | 07:00 WIB
INSPEKSI: Peninjauan kondisi jalan poros di Desa Sekonyer, Kecamatan Kumai, yang perlu perbaikan oleh anggota DPRD Kobar dan pihak Dinas PUPR setempat, Jumat (24/1).
INSPEKSI: Peninjauan kondisi jalan poros di Desa Sekonyer, Kecamatan Kumai, yang perlu perbaikan oleh anggota DPRD Kobar dan pihak Dinas PUPR setempat, Jumat (24/1).

PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com - Jalan poros Desa Sekonyer, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengalami kerusakan parah akibat banjir yang menerjang wilayah di tepi laut Kumai tersebut.

Kondisi itu pun membuat warga harus berjibaku dengan infrastruktur yang buruk sepanjang 1,5 kilometer itu setiap harinya. Kerusakan infrastruktur di Kumai seberang tersebut membuat aktivitas masyarakat terhambat, terutama para pelajar saat ke sekolah.

Apalagi akses jalan poros tersebut merupakan wilayah perlintasan kendaraan warga untuk berusaha terutama mengangkut hasil kebun mereka.Jalan poros tersebut juga merupakan akses darat satu-satunya menuju Desa Sungai Bedaun.

Diketahui, bahwa banjir luapan sungai Sekonyer beberapa waktu lalu telah merendam akses jalan dan rumah warga.Meskipun jalan tersebut hancur bagai bubur, warga tidak ada pilihan dan tetap melalui jalan tersebut untuk beraktifitas, sehingga jalan tersebut semakin parah kerusakannya.

Ketua Komisi C DPRD Kobar Arif Asrofi menyatakan keprihatinannya atas kondisi tersebut, karena jalan tersebut merupakan akses satu-satunya warga untuk bekerja. Meskipun rusak parah, mereka tetap harus melewati jalan ini demi mencari nafkah.

"Kondisi jalan yang rusak parah dengan total kerusakan sekitar 600 meter itu bahkan viral di media sosial," ujarnya.

Menindaklanjuti hal itu, pihaknya bersama Dinas PUPR Kobar, perangkat desa, dan tenaga teknis langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi terkini. Dalam kunjungan tersebut, dilakukan penghitungan teknis dan identifikasi penanganan darurat.

"Anggaran melalui Musrenbang baru direncanakan untuk tahun 2026, dan itupun masih dikaji apakah bisa mencapai Rp 1 miliar. Oleh karena itu, penanganan darurat menjadi prioritas,” ujar Arif.

Dalam rapat di lokasi lanjutnya, tim teknis PUPR sepakat untuk segera menghitung kebutuhan material yang paling efektif guna memperbaiki jalan.  Hasil penghitungan ini akan dibahas lebih lanjut bersama camat dan pihak perusahaan besar di wilayah tersebut, seperti PT Bumi Langgeng dan BGA. Diharapkan perusahaan-perusahaan ini dapat berpartisipasi dalam penanganan kerusakan jalan.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Sebagai perwakilan daerah pemilihan Kecamatan Kumai, kami akan terus mendorong agar aspirasi ini segera terealisasi,” pungkas Arif. (tyo/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#kumai #Mendesak #DPRD Kobar #sekolah #Jalan poros desa #kerusakan jalan #dinas pupr #Perbaikan #banjir #pelajar #BGA #akses #kotawaringin barat #Aktivitas Ekonomi #Pangkalan Bun #Rusak Parah #desa #warga #jalan #perusahaan besar