Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mentan Andi Amran Sulaiman Serahkan Alsintan Cetak Sawah di Food Estate Kabupaten Kapuas

Sabrianoor • Minggu, 29 September 2024 | 08:00 WIB
PROGRAM FOOD ESTATE: Mentan RI, Andi Amran ketika mengecek peralatan cetak sawah sebelum diserahkan ke petani di Dadahup, Kabupaten Kapuas.
PROGRAM FOOD ESTATE: Mentan RI, Andi Amran ketika mengecek peralatan cetak sawah sebelum diserahkan ke petani di Dadahup, Kabupaten Kapuas.

KAPUAS-radarsampitjawapos.com-Pemerintah melalui kementrian pertanian turut menjadikan Kabupaten Kapuas sebagai kawasan food estate untuk menopang ketahanan pangan. Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman  mewacanakan lahan seluas minimal 500 hektar di Kapuas.

Dalam kunjungan kedua kalinya di Desa Dadahup  Kabupaten  Kapuas, Jum'at (27/9)  Andi Amran yang didampingi Asisten II Sekretariat Daerah Kalteng Sri Widanarni, Pangdam 12 TanjungPura Mayjen TNI Iwan Setiawan, Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Iwan Rosandriyanto, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalteng Undang Mugopal ,meninjau langsung pelaksanaan cetak sawah. Dirinya juga menyerahkan hibah ,alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung program food estate tersebut.

Dalam kesempatan itu Andi Amran mengungkapkan potensi besar Kabupaten Kapuas dan  daerah lainnya di Indonesia untuk mengembangkan pertanian modern."Beberapa daerah strategis di Indonesia, termasuk Kalteng, memiliki potensi yang besar dalam pengembangan klaster pertanian modern saat ini,” ujarnya.

Dijelaskannya,  pertanian modern saat ini mencakup seluruh sarana dan prasarana produksi yang sudah terintegrasi dengan mekanisme teknologi. Misalnya, drone yang dapat digunakan untuk awal pembibitan, pengolahan tanah, hingga pengemasan yang modern.

Andi juga mengaku optimis wilayah Kalteng dengan dukungan dari semua pihak bisa mencapai target yaitu mampu berswasembada pangan. "Kalimantan Tengah memiliki peluang besar. Jika 500.000 hektare bisa kita garap dan menghasilkan minimal dua kali panen dengan produktivitas 5 ton per hektare, maka masalah defisit pangan dapat kita atasi,” paparnya.

Hal ini mengisyaratkan bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa Pulau Kalimantan dapat menjadi kekuatan utama dalam menyediakan swasembada kebutuhan pangan di Indonesia, dan ditarget bisa tercapai dalam kurun waktu tiga tahun yang akan datang.(sbn/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#Kabupaten Kapuas #food esatate #kementrian pertanian #menteri pertanian #andi amran sulaiman #ketahanan pangan #kalteng #alsintan