SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Insiden kapal kayu yang mengangkut 37 tenaga kerja bongkar muat (TKBM) hingga nyaris tenggelam di perairan muara Sungai Mentaya, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat perhatian serius aparat Kepolisian.
Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah memastikan akan menyelidiki insiden tersebut. Langkah itu dilakukan untuk mengetahui penyebab kebocoran kapal yang membawa puluhan pekerja tersebut.
Direktur Ditpolairud Polda Kalteng Kombes Pol Dony Eka Putra melalui Kabagbinops Ditpolairud Polda Kalteng Kompol Masriwiyono mengatakan, pihaknya akan turun langsung mendalami kejadian tersebut.
Baca Juga: Tengah Malam Masuk Lewat Jendela, Aceng Bobol Rumah Warga Seruyan
"Benar. Kami akan melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut," kata Masriwiyono, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, penyelidikan penting dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab kapal mengalami kebocoran. Polisi juga akan mendalami kondisi kapal saat digunakan mengangkut puluhan TKBM.
Insiden tersebut menjadi perhatian karena kapal mengalami kebocoran ketika membawa 37 pekerja. Kondisi itu berpotensi membahayakan keselamatan seluruh penumpang, terlebih jika kebocoran semakin parah dan tidak segera ditangani.
Baca Juga: Hampir 7 Ons Sabu Disembunyikan dalam Brankas, Penghuni Barak di Sampit Diciduk Polisi
Selain mencari penyebab kebocoran, penyelidikan juga akan mencermati aspek keselamatan pelayaran serta kelayakan kapal sebelum beroperasi. Hal ini penting untuk memastikan kapal yang digunakan mengangkut pekerja memenuhi ketentuan keselamatan di wilayah perairan.
Ditpolairud Polda Kalteng juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam proses penyelidikan. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mengumpulkan informasi dan memastikan seluruh aspek dalam insiden tersebut dapat didalami.
"Yang pasti kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penyelidikan tersebut," tandasnya. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor