SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Seorang siswa kelas V SD disebut masih sempat berbicara setelah terkena tembakan di kawasan perkebunan kelapa sawit di Desa Tumbang Sepayang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng
Korban kemudian berjalan menuju barak, tetapi ambruk sebelum sempat masuk dan akhirnya meninggal dunia.
Salah seorang warga yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan, korban sempat menyampaikan bahwa dirinya terkena tembakan.
Baca Juga: Bocah Kelas 5 SD Tewas Tertembak Senapan Angin di Antang Kalang, Seperti Ini Kronologinya
“Mati aku ditembak,” kata warga tersebut menirukan ucapan korban.
Menurut warga itu, korban kemudian berjalan menuju barak. Namun, baru sampai di depan barak, korban langsung ambruk. Darah juga disebut keluar dari bagian wajah korban.
Warga tersebut mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika korban hendak berangkat menunaikan salat.
Informasi lain yang berkembang di tengah warga menyebut adanya dugaan persoalan antara terduga pelaku dengan orang tua korban. Ayah korban diketahui bekerja sebagai mandor panen di perusahaan tersebut.
Menurut warga, sebelumnya sempat terjadi cekcok melalui status WhatsApp milik ayah korban. Namun, warga tersebut belum dapat memastikan apakah persoalan itu berkaitan dengan tewasnya korban.
Kades Minta Warga Tak Berspekulasi
Kepala Desa Tumbang Sepayang Alfon J Pandung meminta warga tidak berspekulasi terkait latar belakang kejadian dan menyerahkan pengungkapan perkara kepada kepolisian.
“Kita serahkan kepada aparat kepolisian untuk mengungkap semuanya. Jangan sampai ada informasi yang belum jelas kemudian membuat warga terprovokasi. Yang pasti, pelaku sudah diamankan dan proses hukumnya kami pantau,” kata Alfon.
Dia menegaskan, pihak desa akan terus mengikuti perkembangan penanganan perkara tersebut. Masyarakat juga diminta menjaga situasi agar tetap kondusif.
“Pelaku pasti diproses. Kami akan pantau terus penanganannya sampai proses hukum berjalan,” tegasnya.
Dugaan adanya persoalan pribadi antara terduga pelaku dan orang tua korban masih perlu didalami penyidik. Kepolisian diharapkan mengungkap apakah persoalan tersebut memiliki kaitan dengan penembakan yang menewaskan RV.
Terduga pelaku kini telah diamankan dan menjalani proses hukum. Pemeriksaan terhadap pelaku dan para saksi diharapkan dapat mengungkap rangkaian kejadian secara utuh. (ang)
Editor : Slamet Harmoko