Mahasiswa Politeknik Surabaya Ditemukan Meninggal, Polisi Dalami Penyebabnya

Farid Mahliyannor • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 21:20 WIB
PENYELIDIKAN: Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Surabaya saat memeriksa jasad korban mahasiswa politeknik yang ditemukan tewas di kosnya kawasan Sukolilo, Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)
PENYELIDIKAN: Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Surabaya saat memeriksa jasad korban mahasiswa politeknik yang ditemukan tewas di kosnya kawasan Sukolilo, Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)

 

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

SURABAYA, Radarsampit.jawapos.com - Seorang mahasiswa Politeknik di kawasan Sukolilo, Surabaya, ditemukan meninggal dunia di lantai dua teras kos kawasan Sukolilo, Surabaya, Rabu (16/9) pukul 03.00. Korban RPA, 20, warga asal Sidoarjo.

Kapolsek Sukolilo AKP Yunus Kurniawan mengatakan, mayat korban pertama kali diketahui oleh warga yang kebetulan melintas di jalan depan kos.

Saksi melihat ada anak kos ditemukan tewas lalu melapor ke warga sekitar dan Polsek Sukolilo. Anggota Polsek Sukolilo bersama jajaran terkait langsung mendatangi lokasi kos.

Baca Juga: Si Jago Merah Mengamuk Jelang Subuh, 14 Kios Pasar Lama Banjarmasin Ludes Terbakar

"Ditemukan posisi tergantung di lantai dua teras depan kos pukul 03.00. Posisi gantung talinya di teras," ujar Kapolsek Sukolilo AKP Yunus Kurniawan kepada Radar Surabaya, Rabu (16/9).

Yunus menegaskan, korban merupakan mahasiswa semester V. Dari hasil olah TKP bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya dugaan sementara korban nekat mengakhiri hidupnya.

"Korban mahasiswa semester lima. Mengenai motif masih didalami. Keluarganya belum bisa dimintai keterangan karena pemakaman dan masih berduka," terangnya.

Baca Juga: Air Mulai Menipis Saat Kemarau, Perusahaan Diminta Bantu Warga Seruyan dan Pemadam Karhutla

Polisi dengan tiga balok di pundak ini menjelaskan, korban di kamar kos tinggal seorang diri. Di lokasi tersebut korban baru ngekos selama dua bulan. Di kamar korban atau lokasi juga tidak ditemukan surat wasiat atau pesan korban.

"Korban dikenal pendiam, introvert. Jarang sosialisasi dengan teman satu kosnya," pungkasnya. (rus/gun)

Editor : Farid Mahliyannor
mahasiswa akhiri hidup gantung diri surabaya depresi