BANJARMASIN, Radarsampit.jawapos.com– Si jago merah berkobar hebat di kawasan Pasar Lama Laut, RT 2, Kelurahan Pasar Lama, Banjarmasin Tengah, Rabu (16/9/2026) jelang subuh.
Sebanyak 14 kios yang sebagian juga dijadikan tempat tinggal ludes terbakar. Kobaran api turut menghanguskan sebagian bangunan musala. Pos Polisi Pasar Lama juga terdampak dalam kejadian tersebut.
Informasi dihimpun dari sejumlah warga, api pertama kali terlihat dari bagian belakang kios pedagang sayur yang berada persis di samping Warung H Sabri atau Warung Hallo.
Baca Juga: Air Mulai Menipis Saat Kemarau, Perusahaan Diminta Bantu Warga Seruyan dan Pemadam Karhutla
Saat kejadian, aktivitas di kawasan pasar sudah mulai berlangsung. Warga yang mengetahui kebakaran langsung berupaya menyelamatkan barang dan membangunkan penghuni kios.
"Begitu dengar teriakan kebakaran dan pukulan tiang listrik, saya keluar. Api sudah besar. Lalu saya gedor masing-masing pintu yang berpenghuni," cerita Syauki, Ketua RT 2 Kelurahan Pasar Lama.
Menurutnya, bangunan yang terbakar rata-rata berbahan kayu dan sudah cukup lama. Lokasinya juga persis berseberangan dengan rumah Ketua RT.
Baca Juga: 861 Kejadian Karhutla Bakar 1.232 Hektare Lahan, Seruyan Tetapkan Status Tanggap Darurat
"Alhamdulillah warga atau korban selamat. Tidak ada yang luka," ujarnya.
Musibah ini berdampak terhadap 21 kepala keluarga (KK) dengan total 48 jiwa. Mereka kehilangan tempat tinggal sekaligus tempat usaha.
"Untuk data-data sudah saya serahkan ke kelurahan," tutur Syauki.
Saat musibah datang aktivitas pasar sudah berjalan. Relawan kewalahan bahu membahu memadamkan lantaran tebalnya atap seng sulit ditembus. Meski demikian hampir dua jam berjibaku, sekitar pukul 06.30 Wita api berhasil dipadamkan.
Salah seorang pedagang, Nisa, 33, juga menjadi korban. Ia sehari-hari berjualan kelapa parut di salah satu kios yang sekaligus dijadikan tempat tinggal keluarganya.
Nisa mengaku sekitar 1.000 buah kelapa yang baru didatangkan belum sempat dijual dan ikut terbakar. Selain itu, sejumlah mesin pengolah kelapa juga tidak sempat diselamatkan.
"Sekitar seribu biji kelapa baru datang dan belum sempat keluar atau dijual. Kerugian cukup besar. Selain kelapa, mesin-mesin juga tidak sempat diselamatkan,"ungkapnya.
Baca Juga: TKD Dipangkas Rp450 Miliar, DBH Belum Cair, Bupati Gumas: Bagaimana Kami Bangun Daerah?
Saat kebakaran terjadi, ayah Nisa yang menempati bagian tempat tinggal di kios tersebut sudah bersiap untuk berjualan.
Ia berharap pemerintah dapat membantu para pedagang agar bisa kembali berjualan setelah musibah tersebut.
"Saya harapkan dari pemerintah bagaimana kami di sini bisa kembali berjualan untuk menyambung hidup," harapnya.
Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Tengah AKP Bimasa Zebua membenarkan kebakaran tersebut. Peristiwa terjadi diterima sekitar pukul 04.50 Wita.
Baca Juga: Kalteng Berpotensi Dapat BTT Sekitar Rp100 Miliar, DPRD Minta Pemda Segera Bergerak
Berdasarkan pendataan sementara, 14 unit toko atau rumah berbahan kayu terdampak. Selain itu, sebagian bangunan musala terbakar dan Pos Polisi Pasar Lama turut terdampak.
Dari keterangan saksi, Abdul Rauf, api pertama kali terlihat sudah membesar di bagian belakang salah satu toko.Warga kemudian berteriak meminta bantuan dan menghubungi pemadam kebakaran.
Tak lama kemudian, sejumlah barisan pemadam kebakaran berdatangan dan melakukan penyemprotan. Sekitar satu jam kemudian, api berhasil dipadamkan.
Baca Juga: Kabut Asap Masih Menyelimuti Seruyan, Sekolah Diberi Kewenangan Atur Jam Belajar
"Tidak ditemukan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut," kata Bimasa.
"Untuk penyebab kebakaran,kami menduga api berasal dari korsleting listrik.Kerugian materiil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp5 miliar," pungkasnya. (jpg)
Editor : Farid Mahliyannor