Radarsampit.jawapos.com – Kepanikan karena takut tangisan bayi terdengar tetangga kos berujung tragis. Sepasang kekasih berinisial R, 28, dan E, 23, diduga membunuh bayi perempuan yang baru saja dilahirkan di kamar kos kawasan Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (9/9).
Kedua pelaku disebut secara bergantian menutup saluran napas bayi sesaat setelah persalinan hingga korban meninggal dunia.
Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby M. Zulfikar mengatakan, tindakan tersebut dilakukan karena kedua pelaku panik dan takut kelahiran bayi diketahui penghuni kos lainnya.
"Itu yang bersangkutan kaget dan tidak mau mendengar anaknya yang lahir menangis. Kemudian ditutup mulutnya supaya tidak bunyi gitu kan, supaya tidak terdengar suara tangisan. Karena itu kosannya kan nempel-nempel itu (dengan tetangga). Ketahuan nanti kalau ada tangisan itu," ujar Bobby dikutip Kamis (10/9).
Setelah bayi meninggal, R dan E diduga berusaha menghilangkan jejak dengan membungkus jasad korban menggunakan selimut.
Jasad kemudian dimasukkan ke dalam kardus dan karung goni sebelum dibawa ke sebuah bangunan kosong yang telah roboh di kawasan RT 05 RW 02, Kelurahan Keagungan, Tamansari.
Lokasi tersebut berada tidak jauh dari tempat kos kedua pelaku.
Di bangunan kosong itu, jasad bayi kemudian disembunyikan di dalam tanah dan ditutup menggunakan batu.
"Ditutup sama selimut, habis itu dikardusin, kemudian dikarung goniin," ungkap Bobby.
Kasus tersebut terbongkar setelah polisi melakukan penelusuran berdasarkan laporan masyarakat. Petugas kemudian mengamankan R dan E serta mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat jasad bayi disembunyikan.
Marlina, 61, warga setempat, mengaku terkejut ketika melihat polisi datang bersama R ke lokasi pada Rabu sekitar pukul 13.00 WIB.
Menurut Marlina, R alias Oman yang merupakan warga RT 07 menunjukkan lokasi tempat jasad bayi ditimbun.
Saat berada di lokasi, polisi sempat menanyakan kepada pelaku mengenai cara jasad bayi disembunyikan.
"Jadi cuman saya dengar gini, 'Kamu pakai apa?' kata polisi gitu kan. Dia (pelaku R) bilang dikarungin, ditaruh di situ (dalam tanah), terus dia masukin pakai karung, terus ditimpain lagi pakai batu-batu," kata Marlina.
Marlina mengatakan kondisi bayi ketika ditemukan masih menunjukkan tanda-tanda baru dilahirkan.
"Bayi baru lahir, masih ada ari-arinya. Darah juga masih ada. Orang-orang mah pada nglihat ya, masih ada darah. Jenazahnya dibawa pakai kantong orens," imbuhnya.
Setelah mengamankan kedua pelaku, polisi melakukan pemeriksaan untuk mengungkap secara lengkap rangkaian peristiwa tersebut.
R dan E kini telah ditahan di Polsek Metro Tamansari untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Keduanya dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 460 KUHP baru dan Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak.
Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk rangkaian peristiwa sejak proses persalinan hingga upaya menyembunyikan jasad bayi. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko