Niat seorang ibu menyiapkan sedikit demi sedikit biaya sekolah anaknya dari hasil bekerja harus pupus karena digondol maling.
Pemilik rumah, Puji mengatakan, rumah tersebut dalam keadaan kosong saat kejadian. Ia dan suaminya sama-sama bekerja sehingga tidak mengetahui ketika seseorang masuk dengan cara mencongkel pintu belakang rumah.
Aksi itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB dan baru diketahui sekitar pukul 13.40 WIB.
Suaminya yang pulang lebih dulu menjadi orang pertama yang menyadari adanya kejanggalan. Saat masuk rumah, ia merasakan angin cukup kencang dari arah dapur. Setelah diperiksa, pintu belakang ternyata sudah terbuka dengan kondisi kunci patah.
"Kami berdua bekerja, jadi rumah memang kosong. Suami yang pulang duluan sama anak saya. Sampai rumah, kenapa angin dari dapur kencang, ternyata pintu belakang sudah terbuka. Suami lalu menghubungi saya, mengabari kalau rumah kemalingan, saat itu juga saya langsung pulang," ujar Puji.
Diduga pelaku masuk dengan merusak akses bagian belakang rumah. Selain kunci utama dan cadangan yang patah, pagar seng di belakang rumah juga diketahui telah dibobol.
Di sekitar lokasi terdapat semacam cangkul kecil yang diduga digunakan untuk membantu membuka pintu. Saat didapati kondisi kamar sudah berantakan.
Barang-barang berserakan di lantai kamar. Maling tersebut sudah membongkar isi lemari untuk mencari barang berharga yang bisa dia ambil.
Kerugian terbesar bagi Puji bukan hanya uang tunai yang hilang. Tabungan sekolah anaknya juga ikut raib.
Uang tersebut selama ini dikumpulkan dari penghasilannya menerima jasa henna dan disimpan sedikit demi sedikit dalam celengan tabung untuk persiapan anak masuk SD.
"Uang tunai hampir Rp2 juta hilang. Tabungan sekolah anak juga hilang. Saya tidak tahu jumlah pastinya karena ditabung di celengan. Setiap dapat dari jasa menghenna orang, saya tabung," katanya.
Pelaku diduga tidak sempat menguras seluruh isi rumah. Sejumlah barang elektronik seperti televisi, mesin cuci, kulkas dan kipas angin masih berada di tempatnya. Beberapa lemari juga disebut belum sempat dibuka seluruhnya.
Kejadian tersebut sempat diketahui warga sekitar. Sejumlah saksi mengaku melihat seseorang yang dicurigai berada di sekitar rumah.
Bahkan, orang tersebut sudah beberapa hari terlihat bolak-balik di depan rumah dan sebelumnya pernah ditegur oleh tetangga.
Setelah ditegur warga yang berjualan di sekitar lokasi, orang yang dicurigai tersebut kemudian berlari ke arah jalan samping rumah.
Saat kejadian, anak-anak yang sedang bermain bola di samping rumah juga disebut mendengar suara gaduh dari dalam rumah, seperti suara "gedebak-gedebuk" atau orang sedang mendobrak sesuatu.
Puji berharap polisi dapat segera mengungkap pelaku dan mengembalikan uang yang selama ini susah payah dikumpulkannya untuk kebutuhan pendidikan anak.
Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, mengingat akses menuju bagian belakang rumah cukup terbuka.
"Harapannya semoga pelaku ditemukan. Jangan sampai terjadi lagi," ucapnya.
Polisi telah mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan terkait kejadian tersebut. Puji mennyerahkan proses pengungkapan kepada pihak kepolisian dan berharap kasus itu segera mendapatkan titik terang. (yn)