Radarsampit.jawapos.com – Nasib malang dialami dua kakak beradik berusia 7 dan 6 tahun di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Keduanya diduga menjadi korban kekerasan selama berada dalam pengasuhan seorang perempuan berinisial ES.
Kasus tersebut terungkap setelah salah satu korban ditemukan warga dalam kondisi terluka di sekitar Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada polisi dan menjadi awal pengungkapan dugaan kekerasan terhadap kedua anak tersebut.
Dari hasil penyelidikan sementara, kedua korban sebelumnya dititipkan kepada ES lantaran ibu mereka harus bekerja di Balige. Sementara itu, ayah kedua anak tersebut diketahui tengah menjalani hukuman dalam perkara narkotika.
Diduga Dipicu Persoalan Biaya Pengasuhan
Persoalan biaya pengasuhan diduga menjadi pemicu munculnya kekerasan. Sang ibu disebut telah menjanjikan pembayaran sebesar Rp500 ribu per minggu kepada ES.
Namun, pembayaran tersebut diduga tidak berjalan sesuai kesepakatan. Kekecewaan terhadap persoalan tersebut diduga kemudian dilampiaskan kepada kedua anak.
Polisi menduga kekerasan dilakukan berulang kali. Kedua korban disebut mengalami perlakuan kasar dengan menggunakan sejumlah benda yang berada di dalam rumah.
Akibat dugaan kekerasan tersebut, salah satu korban mengalami patah tulang pada bagian lengan. Lebam juga ditemukan di sejumlah bagian tubuh korban.
Video Pengakuan Beredar, Polisi Amankan ES
Kasus ini semakin terungkap setelah video pengakuan salah satu korban beredar di media sosial. Polisi kemudian melakukan penelusuran hingga akhirnya mengamankan ES dari rumahnya.
Kasie Humas Polres Dairi AKP Syahril Ramadhan membenarkan penangkapan tersebut. ES selanjutnya dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan kekerasan terhadap kedua anak tersebut.
Sementara itu, kedua korban telah mendapatkan penanganan medis. Mengingat luka yang dialami cukup serius, keduanya kemudian dirujuk ke RSU Haji Medan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Pemkab Dairi Pastikan Pemulihan Korban
Pemerintah Kabupaten Dairi turut memberikan perhatian terhadap kondisi kedua korban. Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala menjenguk keduanya dan memastikan proses pemulihan menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pemulihan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik. Aspek psikologis kedua anak juga menjadi perhatian dan akan ditangani dengan melibatkan pihak-pihak terkait.
Untuk pengasuhan selanjutnya, Pemkab Dairi masih akan membicarakannya bersama keluarga korban. Pemerintah menyatakan tidak ingin mengambil keputusan sepihak selama masih terdapat keluarga yang dapat dilibatkan dalam menentukan masa depan kedua anak tersebut.
Sementara itu, keberadaan ibu kandung korban juga masih menjadi bagian yang perlu dipastikan. Polisi masih mendalami perkara tersebut untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian dugaan kekerasan sekaligus memastikan proses hukum terhadap ES berjalan. (*)
Editor : Slamet Harmoko