Bandit Jalanan Obok-Obok Kota Sampit, Enam Motor Raib dalam Sebulan

Fahry Ilhami Samosir • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 20:33 WIB

 

ilustrasi pencurian sepeda motor
ilustrasi pencurian sepeda motor

 

Radarsampit.jawapos.com - Hampir sebulan, sedikitnya enam sepeda motor warga di Sampit raib digondol maling. Lokasi kejadian tersebar di sejumlah kawasan, dengan korban mulai warga, karyawan bank, penghuni kos hingga petugas Sensus Ekonomi 2026.

Motor diparkir, lalu ditinggal sebentar. Ketika kembali, kendaraan sudah tidak ada. Begitulah gambaran sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di Kota Sampit dalam hampir sebulan terakhir.

Sedikitnya sudah enam sepeda motor warga dilaporkan raib dalam kejadian berbeda. Lokasinya tersebar di sejumlah ruas jalan, mulai Jalan Nurul Hidayah, Jalan Rahadi Usman, Jalan Kenan Sandan, Jalan Pinang IV, Jalan Suka Bangsa hingga Jalan Cut Mutia.

Para korban pun datang dari berbagai kalangan. Ada warga yang sedang menghadiri acara khitanan, karyawan bank, penghuni kos, hingga petugas Sensus Ekonomi 2026 yang harus kehilangan kendaraan ketika menjalankan tugas di lapangan.

 Baca Juga: Polres Kotim Siaga, Pengamanan Diperketat Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Ditinggal Sebentar, Motor Langsung Amblas

 Salah satu korban adalah Ipan. Ia masih tidak menyangka motor miliknya bisa hilang dalam waktu singkat. Kendaraan tersebut ditinggalkan hanya beberapa menit di kawasan Jalan Suka Bangsa.

“Padahal cuma ditinggal beberapa menit saja, motor saya langsung hilang,” ujarnya.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Bagi korban, kehilangan kendaraan bukan perkara sederhana. Selain kerugian materi, motor menjadi sarana utama untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kasus serupa juga menimpa karyawan bank dan petugas Sensus Ekonomi 2026. Dalam dua kejadian tersebut, polisi memiliki petunjuk berupa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang telah diserahkan untuk membantu proses penyelidikan.

 Baca Juga: Tuntutan Jaksa 15 Tahun, Kurir 596 Gram Sabu Lamandau Malah Divonis 9,5 Tahun

Petugas Sensus Ikut Jadi Korban

 Kepala BPS Kotim Eddy Surahman membenarkan adanya motor milik petugas Sensus Ekonomi 2026 yang dicuri ketika sedang menjalankan tugas.

“Benar. Setelah kehilangan, kami langsung melaporkan kejadian ini ke polisi,” katanya.

Peristiwa tersebut membuat BPS Kotim kembali mengingatkan petugas yang masih bekerja di lapangan agar lebih berhati-hati ketika memarkir kendaraan.

“Kami meminta petugas yang masih bertugas agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tegas Eddy.

 Baca Juga: Geger! Karyawan Perusahaan Sawit di Teluk Pulai Ditemukan Gantung Diri, Sempat Dikira Pulang Kampung

Enam Kasus Jadi Alarm

Rentetan kehilangan tersebut menjadi pengingat bahwa sepeda motor masih menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan. Lokasi kejadian yang tersebar juga menunjukkan bahwa aksi pencurian dapat terjadi ketika ada kesempatan.

Karena itu, warga diminta tidak menganggap remeh keamanan kendaraan meski hanya ditinggalkan dalam waktu singkat. Kunci stang, kunci tambahan, serta memilih lokasi parkir yang aman menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko.

Bagi kepolisian, rangkaian kasus tersebut menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diungkap. Apalagi, beberapa kejadian telah dilengkapi rekaman CCTV yang diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pelaku.

Baca Juga: Bikin Panik! Ular Sanca 1 Meter Nongkrong di Atas Pintu Kamar Mandi Rumah Warga Kobar

Enam motor yang raib dalam hampir sebulan bukan sekadar angka. Bagi pemiliknya, setiap kendaraan memiliki cerita, kebutuhan, dan nilai ekonomi yang tidak sedikit.

Kini, kewaspadaan menjadi kunci. Sebab di tengah aktivitas warga yang terus berjalan, pelaku curanmor bisa saja menunggu satu hal sederhana: kelengahan. (*/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
kamtibmas bandit jalanan maling motor Kejahatan curanmor