Ditinggal Nonton Karnaval, Pulang-pulang Rumah Sudah Jadi Arang

Fahry Ilhami Samosir • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:33 WIB
Sebuah rumah warga di Kota Besi, Kabupaten Kotim, diamuk si jago merah, Sabtu (15/8) siang
Sebuah rumah warga di Kota Besi, Kabupaten Kotim, diamuk si jago merah, Sabtu (15/8) siang

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Niat menyaksikan kemeriahan karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI berubah menjadi petaka bagi Jumiati (49), warga Jalan Garuda, Kelurahan Kota Besi Hilir, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Saat pulang dari menyaksikan pawai, Sabtu (15/8) sekitar pukul 09.00 WIB, Jumiati justru mendapati rumahnya telah dilalap api. Bangunan beserta sejumlah barang di dalamnya hangus terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Informasi yang dihimpun, Jumiati meninggalkan rumah sekitar pukul 07.00 WIB untuk menyaksikan karnaval dalam rangka perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Kota Besi.

Namun, setelah acara selesai dan dirinya kembali ke rumah, api sudah membesar dan menghanguskan kediamannya.

Salah seorang saksi, Paramita, mengaku sempat melihat kepulan asap hitam membumbung dari arah rumah tersebut saat berada di tempat kerja. Ia kemudian bergegas pulang dan mendapati rumah mertuanya sudah terbakar.

“Api terlihat berawal dari bagian dapur, kemudian membakar seluruh rumah. Kurang lebih sekitar 30 menit rumah sudah terbakar,” ungkap Paramita.

Warga yang panik berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Ember menjadi andalan untuk menahan kobaran api sembari menunggu petugas pemadam tiba.

Satu unit mobil pemadam kebakaran milik Kecamatan Kota Besi kemudian tiba di lokasi. Petugas bersama warga berjibaku menjinakkan kobaran api.

Upaya tersebut berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Namun, cepatnya api membesar membuat sebagian besar bangunan rumah Jumiati tidak dapat diselamatkan.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Kota Besi Iptu Edi Hariyanto membenarkan kejadian tersebut.

“Untuk penyebab kebakaran masih kami lakukan pendalaman. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama ketika meninggalkan rumah dalam keadaan kosong,” tegas Edi.

Polisi mengingatkan warga agar memastikan kondisi rumah aman sebelum bepergian. Kompor harus dipastikan sudah mati, instalasi listrik dalam kondisi baik, serta peralatan elektronik yang tidak diperlukan sebaiknya dicabut atau dimatikan.

Kemeriahan karnaval pun akhirnya menyisakan duka bagi Jumiati. Rumah yang ditinggalkan untuk beberapa jam tak lagi bisa ditempati saat ia kembali. (sir)

Editor : Slamet Harmoko
Karnaval Agustusan Kota Besi kotim kebakaran rumah