SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di kebun PT. Agro Karya Prima Lestari (AKPL) berujung penangkapan.
Dua pria berinisial IDM (22) dan R (35) diamankan setelah kepergok memanen sawit milik perusahaan pada malam hari.
Ironisnya, keduanya diduga mengetahui kondisi kebun. IDM diketahui merupakan anggota Satpam Kuye PT AKPL, sedangkan R bekerja sebagai karyawan bagian perawatan.
Baca Juga: Pria 60 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Bocah di Kuala Pembuang
Keduanya diamankan Unit Reskrim Polsek Mentaya Hulu setelah tertangkap petugas patroli pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 21.37 WIB.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Iptu Edi Walujo mengatakan, kejadian bermula saat delapan anggota security PT AKPL melakukan patroli di areal perkebunan.
“Saat melintas di Blok J22 Divisi 5 Kuye PT AKPL, Desa Tumbang Kaminting, Kecamatan Bukit Santuai, petugas melihat sebuah sepeda motor terparkir di bawah pohon sawit. Kecurigaan semakin kuat setelah menemukan seseorang keluar dari areal kebun,” kata Edi.
Baca Juga: 1,3 Ton Narkoba Dibawa dari Thailand, KRI Kerambit Cegat MV King Sun di Kepri
Pria tersebut diketahui berinisial IDM. Saat diperiksa, IDM mengaku sedang melakukan aktivitas “manen” bersama R. Petugas kemudian melakukan penyisiran dan menemukan R bersembunyi di dalam kebun.
Dari lokasi, petugas mengamankan egrek, senter tangan serta TBS sawit yang tercecer. TBS tersebut kemudian ditimbang di PKS dan diketahui berjumlah 30 janjang dengan berat total 917 kilogram.
Selain TBS, polisi turut mengamankan nota timbang PT AKPL tertanggal 8 Agustus 2026 serta satu unit sepeda motor merah hitam beserta kunci kontak.
Baca Juga: Karhutla Mengamuk di Jalan H Ikap Sampit, Hotel dan Kabel PLN Nyaris Jadi Korban
Kedua pria tersebut kini menjalani proses hukum di Polsek Mentaya Hulu. Mereka disangkakan melanggar ketentuan pidana terkait pencurian hasil perkebunan.
Polisi menegaskan penindakan akan terus dilakukan terhadap aksi pencurian hasil perkebunan, termasuk yang memanfaatkan akses maupun pengetahuan terhadap kondisi areal perusahaan. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor